Advertorial

Suku Bunga Deposito Naik 1 Persen, Bank Ini Tarik Minat Nasabah

Kompas.com - 03/08/2017, 18:00 WIB
- --

Deposito merupakan salah satu instrumen penempatan dana investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Penempatan dana masyarakat di deposito cenderung meningkat.

Merujuk laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), pada semester I 2017 penempatan dana masyarakat di instrumen deposito milik BCA tercatat tumbuh 33 persen menjadi Rp 145,3 triliun dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/YoY). Angka ini lebih tinggi dibanding dana di giro dan tabungan.

Penempatan dana di giro naik 23,5 persen (YoY) menjadi Rp 148,6 triliun. Sedangkan dana tabungan tumbuh 6,7 persen (YoY) menjadi Rp 278,3 triliun. Peningkatan dana-dana tersebut membuat dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 16,7 persen (YoY) menjadi Rp 572,2 triliun pada akhir Juni 2017.

Peningkatan dana deposito yang lebih tinggi dibanding giro dan tabungan berdampak pada kontribusi dana murah atau current account savings account (CASA) BCA mencapai 74,6 persen. Angka tersebut turun dibanding posisi di Juni 2016 sebesar 77 persen.

Sedangkan kontribusi dana deposito naik menjadi 25,4 persen dari 23 persen. "Prediksi likuiditas yang ketat di tahun ini mendorong kami menaikkan suku bunga deposito sebesar 1 persen. Kenaikan suku bunga deposito ini menjadi daya tarik nasabah untuk menempatkan dananya di deposito BCA," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Meski hanya naik 1 persen, kata Jahja, suku bunga deposito BCA masih lebih rendah dibanding yang ditawarkan bank lain. "Suku bunga ini masih lebih rendah dibanding yang ditawarkan bank lain," ujar dia.

Naiknya dana deposito juga ditopang oleh program pengampunan pajak yang dilaksanakan pemerintah. Jahja mengaku, masih ada dana dari peserta pengampunan pajak yang ditempatkan di BCA.

Jahja menuturkan, meningkatnya kontribusi dana deposito terhadap DPK BCA tak akan banyak memengaruhi kinerja perusahaan. Sebab, porsi CASA BCA masih tetap lebih tinggi dibanding rata-rata industri perbankan yang mencapai 55 persen sehingga beban biaya dana BCA akan tetap terjaga.

Sumber: Website BCA Prioritas