Kilas

Ahmad Heryawan Temui Ulama Besar Rusia

Kompas.com - 04/08/2017, 15:47 WIB


KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan berkesempatan untuk mengunjungi warga muslim dan ulama besar di Rusia. Pertemuan itu dilakukan dalam kunjungan kerja dan penandatanganan kerja sama protocol Letter of Intens antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Bashkortostan Rusia.

Gubernur Jawa Barat disambut oleh ulama besar Rusia, Syeikh Islam Mufti Talgat Safa Tajuddin bersama jamaahnya. Suasana hangat menyelimuti silaturahim yang berlangsng pada Rabu (2/8/2017) lalu.

Keduanya saling bertukar peci yang menjadi khas Jawa Barat dengan peci yang menjadi khas Rusia. Mufti Talgat Safa Tajuddin yang merupakan tokoh Islam tertinggi di Rusia ini pun segera menggunakan peci tersebut.

Keduanya terlibat perbincangan akrab tentang perkembangan Islam di Rusia. Warga Republik Bashkortostan Rusia mayoritas beragama Islam dengan jumlah mencapai 4 juta orang.

"Ini di luar dugaan kami, ternyata di Bashkortostan Rusia ini banyak muslimnya. Bahkan muslimnya sangat mayoritas mencapai sekitar 85 persen. Ini luar biasa," kata Ahmad Heryawan seperti rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (4/8/2017).

Menurut dia, Islam Rusia pun menyebar ke beberapa negara lainnya, seperti Finlandia dan Siberia. Perkembangan Islam di Rusia cukup pesat. Buktinya, Heryawan melanjutkan, semakin banyak masjid berdiri di sana.

"Kami bangga Islam tumbuh di Rusia. Dulu hanya (ada) sekitar 300 masjid, sekarang 7.500 masjid," ujarnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Jawa Barat tertarik untuk merealisasikan kerja sama dengan Pemerintah Bashkortostan Rusia. Kerja sama yang akan dijalin meliputi bidang teknologi, pendidikan, pertanian, serta minyak dan gas.

"Kami akan menjalin kerja sama melalui pertukaran mahasiswa. (mahasiswa) Belajar Islam di Bashkortostan dan bisa juga belajar bidang lainnya," katanya.

Penyebaran Islam

Syeikh Islam Mufti Talgat Safa Tajuddin mengatakan, perkembangan Islam di Rusia cukup pesat dalam 15 tahun terakhir. Setiap tahun, Tajuddin menambahkan, berdiri 20-30 masjid di Bashkortostan Rusia.

"Sekarang ini, ada sekitar 7.500 masjid yang berdiri," ujarnya.

Umat muslim di Rusia menjalin komunikasi sangat baik dengan pemeluk agama lainnya. Bahkan, umat muslim sangat diperhatikan pemerintah.

"Tidak ada hambatan apapun dari negara. Bahkan, tanah untuk pembangunan masjid pun difasilitasi pemerintah. Tidak hanya itu, pendidikan Islam pun masuk pada kurikulum sekolah di tingkat dasar," katanya.

Mufti Talgat Safa Tajuddin menghargai kedatangan Gubernur Jawa Barat untuk bersilaturahim. Bagi Tajuddin, pertemuan itu sangat istimewa. Karena, Ahmad Heryawan merupakan pejabat Jawa Barat Indonesia yang pertama melakukan silaturahim ke Rusia.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan ada kerja sama nanti ke depan dengan pemerintah Indonesia," ujar Tajuddin.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau