kabar mpr

Ketua MPR: Jangan sampai demokrasi justru menghasilkan kesenjangan

Kompas.com - 04/08/2017, 19:04 WIB

Di Universitas Halu Oleo, Kendari, Ketua MPR kembali kembali menjelaskan pentingnya peran masyarakat dalam Demokrasi Pancasila. Ia mengatakan dalam memilih pemimpin masyarakat harus mengedepankan rasional bukan transaksional.

Pada acara yang berlangsung mulai Jumat (08/07/2017) tersebut, Zulkifli memaparkan tentang ideologi negara dan bagaimana Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Gubernur dipilih oleh rakyat, anggota DPR dipilih oleh rakyat, presiden pun dipilih oleh Rakyat sehingga kekuasaan ada di tangan Rakyat," Tegasnya.

Jangan sampai demokrasi justru menghasilkan kesenjangan yang kaya dengan miskin, maupun kesenjangan desa dan kota. Maka dari itu, untuk menciptakan suasana di Indonesia yang kondusif antar elemen masyarakat sebaiknya tidak saling konflik hanya karena beda agama, suku, ras, kepercayaan, dan beda pilihan politik.

“Apalagi beda pilihan calon gubernur,” tambah Zulkifli.

Zulkifli juga berpendapat bahwa perbedaan adalah kekayaan Indonesia. Indonesia adalah beragam, jadi tidak perlu lagi diperdebatkan apalagi menjadi sumber konflik. Begitu pula pilihan kepala daerah.  Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk memilih dan dipilih.

”Suku A memilih calon suku A bukan radikal, begitu pula agama Islam memilih calon yang beragama Islam bukan radikal, tapi Pancasilais. Begitu juga agama lainnya,” jelasnya.

Sedangkan yang tidak Pancasilais adalah yang melarang orang mencalonkan diri dan memberi cap tidak Pancasilais jika pilihannya tidak sama.

Diungkapkan Zulkifli Hasan, saat ini seluruh elemen bangsa baik pemerintah dan rakyat semestinya bersinergi serta fokus dalam menangani kesejahteraan rakyat yang adil dan merata. Mengingat kecemburuan sosial saat ini begitu tinggi. dikarenakan kesenjangan sosial.

"Jangan sampai anak-anak dan generasi Sulawesi Tenggara berikutnya hanya mendapatkan lingkungan yang rusak tanpa manfaat sama sekali.  Untuk itulah negara atau pimpinan daerah harus berpihak pada rakyat tanpa kompromi jika rakyat membutuhkan pertolongan dan perlindungan,” tandasnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau