Kilas

PKS Minta Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di Sekolah

Kompas.com - 05/08/2017, 13:14 WIB

KOMPAS.com - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 mendapat perhatian khusus di kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat. Legislator mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat selaku penyelenggara Pilkada, untuk memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula.

Pesta demokrasi lima tahunan bagi masyarakat Jawa Barat ini perlu diawasi dengan baik. Pilkada Jawa Barat 2018 merupakan momentum penting bagi pemilih pemula. Pemilih muda akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali

"Tentunya hal ini menjadi perhatian penting bagi kita semu terutama pendidikan politik bagi pemilih pemula," kata anggota Komisi V DPRD Propinsi Jawa Barat, Abdul Hadi, seperti rilis yang diterima Kompas.com pada Sabtu (5/8/2017).

KPU dan Dinas Pendidikan harus bekerja sama untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula. Menurut dia, dua instansi itu perlu menyamakan persepsi untuk memberikan pemahaman kepada pemilih muda.

"Yaitu menyamakan persepsi membuat proses yang sama jangan sampai anak-anak ini pemahamannya salah tentang politik," tuturnya.

Pendidikan politik dinilai penting bagi pemilih pemula. Menurut dia, pemilih pemula yang tidak berwawasan politik rentan kampanye hitam.

Ia meminta KPU Jawa Barat menyosialisasikan pendidikan politik hingga ke tingkat sekolah.

"Berbahaya, jangan sampai pemilih pemula terutama anak-anak sekolah SMA/SMK dijadikan agen politik untuk melakukan kampanye hitam," kata legislator dari PKS itu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau