Kilas

Pemerintah Jawa Barat Dukung Peringatan Hari Antariksa Nasional

Kompas.com - 07/08/2017, 09:27 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung peringatan Hari Antariksa Nasional dengan menggelar Dark Sky Night (malam langit gelap). 

Pemerintah Jawa Barat bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyediakan mini planetarium dan beberapa teropong bintang pada Minggu (6/8/2017) malam.

Setiap 6 Agustus diperingati sebagai Hari Antariksa Nasional sesuai dengan ditetapkan Undang-undang No 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Bunda Literasi Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan mengatakan, peringatan Hari Antariksa untuk mengembangkan penelitian keantariksaan dan penginderaan jauh serta pelontaran satelit yang berguna bagi masyarakat.

Ia berharap di Jawa Barat akan ditemukan lagi beberapa titik pemantauan Dark Sky Park sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat Jabar secara luas.

"Mari sama-sama kita gebyarkan Dark Sky night ini," ujarnya seperti rilis yang diterima Kompas.com pada Senin (7/8/2017).

Masyarakat, dia melanjutkan, harus mengetahui posisi geografis Indonesia yang menjadi lintasan rasi bintang dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Ke depan bagaimana kita menyadarkan masyarakat akan pentingnya titik strategis posisi Indonesia dari lintasan negara-negara di dunia," katanya

Menurut dia, momentum Hari Antariksa ini juga sebagai upaya untuk menumbuhkan kebersamaan antara orang tua dengan anaknya dengan menanamkan keyakinan nilai religi kepada anak sehingga memiliki karakter yang tangguh.

"Anak-anak kita akan selalu ingat bahwa di atas langit masih ada langit," ujarnya.

Istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini mengajak,  masyarakat untuk menekan polusi cahaya sehingga tidak merusak pemandangan langit.

"Mudah-mudahan malam hari ini kita bisa melihat The Milky Way atau galaxy Bima Sakti. Kita akan melihat begitu banyak rasi bintang termasuk planet Jupiter dan Saturnus," ujarnya pada Minggu (6/8/2017) lalu.

Saat cuaca cerah dan tak ada polusi cahaya, Milky Way atau Galaksi Bima Sakti bisa terlihat di langit dan difoto menggunakan kamera.Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Saat cuaca cerah dan tak ada polusi cahaya, Milky Way atau Galaksi Bima Sakti bisa terlihat di langit dan difoto menggunakan kamera.

Netty menambahkan, dengan adanya hari antariksa ini pengetahuan tentang rasi bintang bukan hanya dipahami oleh mahasiswa yang mempelajari ilmu keantariksaan maupun anak kecil melalui lagu berjudul Bintang Kecil saja.

"Mudah-mudahan setiap 6 Agustus yang diperingati sebagai Hari Antariksa, masyarakat mampu pertebal keyakinan dan menyamakan kita di dunia dan akhirat menjadi khalifah  yang mampu menerjemahkan perintah Alloh SWT seperti yang dikehendaki-Nya untuk mengelola alam semesta ini  sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,"

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau