Advertorial

Mewujudkan Cita-Cita Danau Rawa Pening

Kompas.com - 08/08/2017, 08:00 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Membentang seluas 2.700 hektar, Rawa Pening tampak megah dengan latar pegunungan yang mengelilinginya. Di sinilah jutaan kubik cadangan air disimpan.

Beberapa kapal kayu warna-warni berjajar di tepian dermaga. Namun, sekelompok eceng gondok pun tumbuh di permukaan Rawa Pening. Meskipun menambah warna pada permukaannya, eceng gondok di Rawa Pening nyatanya menjadi gulma bagi perairan di sana.

Gugusan eceng gondok telah menutupi 70 persen permukaan air. Sungguh sayang, kawasan yang seharusnya menjadi objek wisata air ini justru menjadi ladang tanaman liar. 

Persoalan ini berhasil diamati dengan jeli oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk. Perusahaan ini memukul genderang pertama revitalisasi Rawa Pening dengan mempromosikan wisata air Danau Rawa Pening melalui iklan Kuku Bima Energi terbarunya.

Dalam acara peluncuran iklan yang dilakukan di Rawa Pening, Sabtu (5/8/2017), Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat menyatakan kawasan ini dipilih untuk diangkat karena potensinya yang begitu besar. 

"Di sekitar daerah ini ada 12 juta penduduk. Jadi tempat ini sebenarnya bisa jadi tempat wisata. Saya membuat iklan tentang Rawa Pening, supaya ramai dikunjungi orang. Nanti kalo sudah ramai, masyarakat sekitar akan jadi lebih baik," katanya. 

-- -

Irwan Hidayat menyatakan, permasalahan utama Rawa Pening adalah sedimentasi dan eceng gondok. Sejauh ini Sido Muncul telah berhasil mengatasi masalah eceng gondok dengan mengolah eceng gondok dan mengubahnya menjadi bahan bakar alternatif untuk rumah tangga dan industri.

Jika kedua masalah itu dapat diatasi, dirinya yakin popularitas Danau Rawa Pening akan melesat sebagai wisata air unggulan di Jawa Tengah. Terlebih dengan dukungan dari seluruh stakeholder, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun media. 

Inisiatif Sido Muncul ini disambut baik oleh jajaran pemerintah daerah maupun pusat. Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin pun siap mendukung dan mengembangkan Danau Rawa Pening menjadi objek wisata air.

"Tata ruang akan kita tata lagi nanti setelah rawa ini bersih, termasuk pemukimannya dan connecting pengembangan pariwisata nasional dengan ini," kata Mundjirin.

Secara geografis, Danau Rawa Pening sangat strategis karena dikelilingi oleh beberapa kota besar di Jawa Tengah. Tak hanya itu, akses jalan raya pun telah tersedia dan dalam kondisi baik. Bahkan di tepi danau telah ada taman cantik untuk para pengunjung menikmati suasana. 

Di sekitar Danau Rawa Pening juga terdapat berbagai objek wisata yang saling berdekatan, seperti Museum Kereta Api dan Candi Gedong Songo. Baik Sido Muncul maupun pemda berharap kelak Danau Rawa Pening dapat menjadi destinasi wisata air dunia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya melalui sektor pariwisata. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau