Advertorial

Benar-benar Multiguna, Alasan “Konsumen Ini” Piih Veloz

Kompas.com - 08/08/2017, 17:57 WIB

Makassar, KompasOtomotif – Setelah harga Kijang melambung tinggi pascakrisis moneter, Toyota berusaha merumuskan jagoan baru di segmen multi-purpose vehicle (MPV). Pengalaman membesarkan nama Kijang sejak era 1970-an, jadi bekal berharga untuk menciptakan produk dengan ruh serupa.

Sejak diperkenalkan pada 2003 lalu, Avanza saat ini masih eksis, bahkan menjadi mobil terlaris di Indonesia. Pada generasi kedua di 2013, Toyota juga memperkenalkan Veloz menemani tipe Avanza biasa, dengan tampilan lebih sporty.

Nilai fungsional yang dimiliki Veloz dirasakan benar oleh Randy Ariandy Ramli, Kepala Chapter Velozity Makassar. Dirinya mengatakan kalau Veloz yang digunakannya sejak 2013, berguna untuk bebagai kondisi dan situasi.

“Dari sisi kegunaan dan fungsinya, Veloz bisa dipakai ketika bersama keluarga, diajak bekerja, serta kapasitas bagasinya yang muat banyak barang alias lega,” ujar Randy, Minggu (6/8/2017).

Randy melanjutkan, selain itu, Veloz juga memiliki mesin yang bandel dan suku cadang yang mudah ditemukan. Ini juga dirasakannya ketika menggeber Veloz sepanjang 2.400 kilometer, dari Kendari ke Makassar, siang dan malam.

“Saya pernah juga touring dari Kendari ke Makassar, itu kurang lebih 2.400 km. Itu menempuh waktu sekitar 6 hari siang dan malam. Dari berangkat sampai finish, tidak ada kendala, mobil sehat,” ujar Randy.

“Veloz sangat mumpuni menjelajah medan apapun, segala kultur jalan bisa masuk, berlubang, berkerikil maupun berlumpur,” ucap Randy. (ADV)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau