Advertorial

Kanker Nasofaring, TidakTerdeteksi Karena Letak Tersembunyi

Kompas.com - 11/08/2017, 09:00 WIB

Bagaimana Tingkat Kelangsungan Hidup 5 Tahun Pasien Kanker Nasofaring?

Penelitian intansi kesehatan menunjukkan, kesempatan hidup pasien kanker nasofaring dari muncul gejala awal sampai meninggal paling cepat adalah 3 bulan dan paling lama adalah 69 bulan. Setelah rutin menjalani radioterapi, rata-rata tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien kanker nasofaring dari setiap stadium adalah sebagai berikut :

??Stadium I : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 85%-90%

??Stadium II : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 70%~75%

??Stadium III : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 40%~50%

??Stadium IV : Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 20%~30%

Lokasi tersembunyi dari nasofaring, gejala awal tidak jelas, dan gejala umum seperti obstruksi hidung, epistaksis, sakit kepala serta tinnitus, seringkali membuat kanker nasofaring menjadi mudah diabaikan, sehingga mayoritas pasien yang terdiagnosa sudah memasuki stadium lanjut dan pengobatan yang harus dijalani pun cenderung lebih rumit.

Gejala Umum Kanker Nasofaring 

Pendarahan Pada Hidung (Epistaksis)

Epistaksis adalah salah satu gejala awal kanker nasofaring, mayoritas merupakan pendarahan hidung unilateral atau cairan berdarah dan air mata yang disertai darah. Tidak sedikit pasien yang mengira itu merupakan sinusistis.

Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat adalah gejala awal kanker nasofaring lainnya, obstruksi hidung sebagian besar bersifat unilateral. Ketika ukuran tumor masih kecil, hidung tersumbat secara ringan, namun ketika tumor membesar, akan terjadi penyumbatan yang lebih parah.

Tinnitus, Gangguan Pendengaran

Tinnitus, telinga terasa tertutup juga merupakan salah satu gejala awal kanker nasofaring. Gejala ini disebabkan karena penyumbatan mulut nasofaring. Hilangnya pendengaran juga bisa merupakan serangan kanker nasofaring ke saraf pendengaran. Tinnitus dan gangguan pendengaran sering disalahartikan sebagai otitis media, sehingga pengobatan tertunda.

Sakit Kepala

70% pasien kanker nasofaring memiliki gejala awal sakit kepala. Namun, gejala sakit kepala yang disebabkan kanker nasofaring biasanya berupa migrain berselang, gejala ini bisa menjadi gejala yang pertama atau satu-satunya gejala dari penyakit ini. Sebagian besar sakit kepala akibat kanker nasofaring menyerang dasar otak, saraf dan pembuluh darah.

Massa Di Leher

Metastasis kanker nasofaring tidak terlalu banyak, namun meningkat dengan cepat, tidak ada rasa nyeri atau pergerakan yang jelas.

Gejala Saraf Cranial

Mati rasa pada wajah, diplopia, penglihatan kabur, kelopak mata ptosis, menderita strabismus, muncul hypoesthesia di tenggorokan, kelumpuhan tekak, kesulitan menelan, suara serak, lidah cenderung miring dan gejala lainnya.

Diagnosa Kanker Nasofaring

Pendiagnosaan dan pengobatan sejak dini adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. Para Ahli St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau, jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segeralah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Diagnosa NPC Diagnosa NPC

Nasopharyngoscopy

Nasopharyngoscopy adalah salah satu metode pemeriksaan yang paling penting dalam mendiagnosa kanker nasofaring. Dokter akan melihat melalui kedalaman rongga hidung nasofaring dan tenggorokan pasien untuk memeriksa ada tidaknya lesi abnormal pada mukosa nasofaring dan tenggorokan.

 X-Ray

Pemeriksaan X-ray dapat mendeteksi berbagai tumor dan kerusakan dasar tulang tengkorak. Jenis pemeriksaan ini menggunakan radiografi lateralis pada nasofaring dan inspeksi radiografi tulang tengkorak.

 CT-Scan

Pemeriksaan ini dapat memahami daerah tumor Intracavitary, dan apakah di rongga deformasi dan simetri. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat menampilkan invasi nasofaring, seperti pada rongga hidung, orofaring, rongga parafaringeal, fossa infratemporal, selubung karotis, fosa pterygopalatine, sinus maksilaris, sinus kavernosus ethmoid, orbital dan intrakranial, dan faring, serta metastase pada leher kelenjar getah bening.

 USG

USG merupakan salah satu jenis pendiagnosaan dasar, bersifat minimal invasif, dapat melihat berbagai jenis metastase, seperti di kelenjar getah bening.

 MRI

MRI dapat dengan jelas menunjukkan kondisi tengkorak, sangat membantu melihat ada tidaknya kerusakan yang terjadi.

Patologi

Ahli Onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Prof. Liu Lv Guang mengungkapkan, karena gejala awal kanker nasofaring cenderung tidak kelihatan, banyak pasien yang baru terdiagnosa pada saat sudah memasuki stadium akhir. Setelah rutin menjalani radioterapi, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien cenderung lebih rendah dari 50%. Oleh karena itu, selain melakukan deteksi dan pengobatan dini, faktor kunci untuk meningkatkan kelangsungan hidup pasien kanker nasofaring adalah dengan memilih pengobatan yang paling sesuai.

METODE PENGOBATAN MINIMAL INVASIF

Intervensi : Luka Sayatan 1-2mm, Akurat Melawan Kanker

Kelebihan Terapi Intervensi : mampu “membunuh dan membuat tumor mati kelaparan”, efeknya signifikan; obat terpusat, minim efek toksisitas, minim komplikasi; trauma ringan, minim luka dan pemulihan cepat. Jika dibandingkan dengan kemoterapi konvensional, metode-metode ini dapat secara maksimal mengurangi penderitaan pasien. 

Penanaman Biji Partikel : Radiasi Internal, Akurat Membunuh Jaringan Tumor

Kelebihan Penanaman Biji Partikel : Efektif memancarkan sinar terpusat di dalam tumor tanpa merusak jaringan-jaringan normal; radiasi berlangsung hingga 180 hari, efektif membunuh sel tumor; minim luka; minim efek samping dan komplikasi.

Metode Penanaman Biji Partikel Metode Penanaman Biji Partikel

Imunoterapi: Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Memperpanjang Tingkat Kelangsungan Hidup

Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi penolakan. Metode ini aman dan tanpa efek samping, serta dapat diterapkan pada pasien dengan kondisi lemah sekalipun.

Perpaduan metode timur dan barat: meningkatkan efektifitas pengobatan, mengurangi efek samping

Metode Imunoterapi Metode Imunoterapi

Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat : Meningkatkan Efektifitas Pengobatan dan Mengurangi Efek Samping

Keunggulan Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat : meningkatkan efektifitas pengobatan dan mengurangi efek samping, mengurangi komplikasi, pemulihan cepat; cocok diterapkan pada pasien stadium akhir yang tidak dapat menjalani kemoradioterapi, dapat mengontrol pertumbuhan tumor, serta memperpanjang harapan hidup pasien.

Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat

Apakah Anda atau kerabat ada yang menderita kanker dan sedang mencari pengobatan medis tanpa operasi dan kemoterapi? Konsultasikan keluhan Anda di sini atau call center kami +6281297897859 (Call/WA)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau