Advertorial

Long Weekend di Bali, Surga Kecil Dunia

Kompas.com - 12/08/2017, 08:03 WIB

Bali selalu menjadi destinasi favorit ketika long weekend. Tak hanya turis lokal, Pulau Dewata juga mahsyur dikunjungi wisatawan asing. Disebut sebagai pulau surga, Bali punya pemandangan menawan yang sulit didapatkan di tempat lain. Semua tempat wisata juga punya akses mudah dan akomodasi yang memadai. Sebagai destinasi wisata paling populer, Bali punya segalanya yang Anda inginkan untuk menghilangkan stres. Mulai dari wisata alam seperti pantai cantik dan pegunungan menawan, hingga wisata kuliner dan budaya sehingga banyak yang tertarik untuk berkunjung lagi.

Bukti sahih keindahan  Bali tak perlu dipertanyakan lagi. April lalu, mereka berhasil meraih penghargaan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi TripAdvisor. Untuk pantai, Anda bisa mengunjungi Pantai Kuta, Pantai Padang Padang, Pantai Lovina, Uluwatu, atau Jimbaran. Sementara tempat favorit lain yang juga wajib disambangi adalah Pura Tanah Lot, Danau Batur Kintamani, Bali Zoo Park, dan Garuda Wisnu Kencana.

Untuk kawasan pegunungan, kawasan Baturiti-Bedugul bisa menjadi pilihan. Dengan menempuh waktu 60 menit dari Bandara Internasional Ngurahrai kita dapat menuju Baturiti-Bedugul yang punya beberapa tempat wisata seperti Pura Ulun Danu merupakan pura terbesar di Bali setelah Pura Besakih terletak di danau bratan. Bedugul Botanical Garden atau Kebun Raya Bedugul merupakan taman botani tropis yang luas dan besar di pulau dewata , Jatiluwih Rice Terrace merupakan Objek wisata sawah berundak dengan pemandangan indah sawah terasering Jatiluwih yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.  Pura Luhur Batukarumerupakan tempat suci di lereng Gunung Batukaru sebagai salah satu dari sembilan pura utama di pulau dewata. Hutan Monyet Alas Kedaton & Pura Alas Kedaton Selain terdapat ratusan kera yang tinggal di hutan ini, terdapat juga beberapa kelelawar besar (Kalong) bergelantungan di ranting pepohonan yang tinggi. Didalam hutan terdapat tempat suci bagi umat Hindu yaitu Pura Alas Kedaton yang dibangun oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakertha pada masa pemerintahan Raja Sri Masula Masuli di pulau dewata dan  Kupu-kupu Bali Butterfly Park sebagai tempat wisata, taman kupu-kupu Tabanan yang terletak di Desa Wanasari ini juga dipergunakan untuk edukasi dan penelitian

- -

Nah, jika kesana Anda bisa menginap di Royal Tulip Saranam Resort & Spa yang terletak tak jauh dari beragam tempat wisata di Baturiti-Bedugul. Terdiri dari 79 kamar dan 10 vila pribadi serta fasilitas spa. Anda bisa menikmati beragam fasilitas menawan dan suasana yang nyaman seperti di rumah sendiri.

Dengan udara yang dingin dan pemandangan Pegunungan Baturaku serta sawah yang terhampar luas menemani anda untuk bersantai, melakukan Meditasi atau Yoga dipagi hari dengan udara yang sejuk bersantap di L’Altitude dengan bahan dasar makanan yang berasal dari hamparan sawah milik sendiri, sehingga kebersihan dan sanitasi tertap terjaga untuk Anda dan keluarga.

Untuk lebih lanjut bisa mengunjungi website atau akun  instagram juga facebook Royal Tulip Saranam Resort & Spa untuk mendapatkan penawaran yang menarik.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau