Advertorial

Baca Empat Tips Berikut untuk Menolak Sensi Seharian

Kompas.com - 15/08/2017, 08:00 WIB

Sebagai manusia biasa, tentu kita hanya bisa merencanakan hal-hal yang diinginkan. Namun, kita tidak tahu bagaimana rencana tersebut akan terlaksana dengan baik atau tidak.

Tidak sedikit dari rencana tersebut justru berakhir dengan berantakan. Misalnya saja ketika Anda sudah berencana tiba ke kantor tepat waktu, ternyata jalanan macet parah atau angkutan umum yang dinaiki mengalami masalah. Akhirnya, Anda pun terlambat untuk meeting pagi di kantor.

Mungkin beberapa dari Anda menganggap hal tersebut sepele. Namun, siapa sangka hal sepele bisa membuat perasaan Anda menjadi sensitif sepanjang hari. Dengan demikian, bisa saja seluruh pekerjaan kantor bahkan lingkungan sekitar anda menjadi terganggu seharian.

Nah, tak ingin kan hal itu menimpa Anda? Oleh sebab itu, segera lakukan empat tips berikut untuk #MenolakSensi seharian.

  1. Mendengarkan musik
    Saat perasaan sensi mulai datang, cobalah untuk mendengarkan musik favorit Anda. Akan lebih baik jika Anda memilih lagu up beat atau yang menenangkan. Tak perlu lama-lama, mendengarkan lagu selama lima hingga sepuluh menit saja dapat memperbaiki suasana hati, lho.
  2. Menikmati pemandangan alam
    Tak perlu mengambil cuti, carilah foto-foto pemandangan alam melalui akun instagram atau media sosial Anda. Dengan memandangi foto pemandangan alam yang indah, ternyata bisa memunculkan rasa bahagia dan mampu mengusir stres. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Frontiers in Psychology.
  3. Mengobrol dengan teman
    Berikutnya yang perlu Anda lakukan ketika sensi menyerang adalah berkomunikasi. Ajaklah teman samping Anda untuk mengobrol sebentar. Meskipun hanya mengeluarkan keluhan mengenai kejadian yang menimpa Anda, dengan mengobrol sejenak akan membuat Anda merasa lebih lega.
  4. Menyantap makanan atau minuman favorit
    Jika ketiga cara di atas belum mampu mengusi rasa sensi Anda, cobalah untuk menyantap makanan kegemaran. Coklat dan es krim dipercaya dapat membantu memperbaiki suasana hati. Selain itu, secangkir teh hangat juga dipercaya dapat memberikan efek bahagia dengan cepat.

Namun, saat menyantap makanan atau minuman favorit, tak sedikit yang merasakan ngilu yang tajam dan singkat. Apalagi saat mengonsumsi makanan dan minuman panas atau dingin. Ini tandanya Anda mengalami gigi sensitif.

Gigi sensitif disebabkan oleh lapisan dentin yang semakin terbuka dan terpapar oleh rangsangan dari luar. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, yaitu cara menyikat gigi yang salah, bulu sikat yang kasar, kebiasaan menggertakkan gigi, makanan asam, dan penyakit pada gusi.

Cara mengatasi gigi sensitif ternyata tidaklah sulit, Anda bisa merawat gigi di rumah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, seperti Pepsodent Sensitive Expert. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5 setelah menyikat gigi.

Dengan formula unik yang mengandung Hydroxyapatite (HAP Mineral), Potassium Citrate, Zinc Sulfate dan Flouride, serum ini dapat membentuk lapisan pelindung dari gigi sensitif dalam 5 detik setelah pemakaian tanpa perlu dibilas  dan melindungi gigi hingga 8 jam setelah pemakaian. Tak hanya itu, Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5 ini juga membantu memperbaiki email gigi yang terkikis di area gigi sensitif, membentuk lapisan perlindungan untuk gigi sensitif, dan mengurangi serta menjaga kesehatan gusi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gigi sensitif dan Pepsodent Sensitive Expert, Anda bisa cari tahu di sini. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau