Kilas

Jawa Barat Mengalami Kemajuan Signifikan

Kompas.com - 18/08/2017, 13:16 WIB
 Pemerintah Jawa Barat mengklaim Jawa Barat telah mengalami kemajuan signifikan dan mampu berkontribusi pada pembangunan Indonesia Pemerintah Jawa Barat mengklaim Jawa Barat telah mengalami kemajuan signifikan dan mampu berkontribusi pada pembangunan Indonesia


KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Provinsi Jawa Barat mampu membangun wilayahnya dan mampu berkontribusi bagi bangsa Indonesia.

Kontribusi Jawa Barat terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional sebesar 14,33 persen kontribusi terhadap PDB sektor industri manufaktur sebesar 60 persen kontribusi penanaman modal asing terhadap nasional sebesar 34,46 persen dan kontribusi Jawa Barat sebagai produsen nasional mencapai 17, 76 persen.

Indeks pembangunan manusia (IPM) di Jawa Barat juga naik dimana pada 2016 mencapai angka 70,05.

Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada kisaran 5 persen dalam kurun waktu 2013 sampai triwulan 2 2017, dengan besaran angka PDRB sebesar Rp 1.070 triliun pada 2013 menjadi Rp1.652 triliun pada 2016. LPE hingga triwulan kedua 2017 mencapai 5.08 persen, lebih tinggi dari LPE nasional yang mencapai 5.01 persen.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka, dari 12,08 persen pada 2008 menjadi 8,89 persen pada 2016. Angka kemiskinan turun dari 13,01 persen pada 2008, menjadi 8,77 persen pada 2016. Angka ini lebih rendah dari angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,70 persen pada 2016.

Menurut dia, pembangunan untuk mengisi kemerdekaan tidaklah mudah. Tantangan yang harus dihadapi antara lain, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Seluruh rakyat Indonesia masih harus berjuang menghilangkan konflik horizontal, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan human trafficking, serta mencegah berkembangnya radikalisme dan terorisme, serta pornografi.

Seluruh masyarat Jawa Barat harus mengatasi tantangan tersebut. Keberhasilan menghadapi tantangan tersebut akan berdampak langsung kepada bangsa Indonesia.

"Saya nyatakan demikian, karena posisi Jawa Barat  yang bersentuhan langsung dengan Ibu Kota Negara Jakarta, maupun karena faktor demografis (jumlah penduduk 47,4 juta jiwa atau 18,3 % dari total penduduk Indonesia)," ujarnya.

Kemajuan tersebut, kata dia, merupakan bukti nyata hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Jawa Barat dengan komitmen "reugreug pageuh repeh rapi."