Kilas

Karnaval Kemerdekaan di Kota Bandung Bakal Dihadiri Presiden Jokowi

Kompas.com - 21/08/2017, 17:02 WIB


KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meyakini Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan yang digelar Sabtu (26/8/2017) bakal sukses. Optimisme itu berdasarkan pada kesuksesan pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX pada 2016 lalu.

Pemerintah Jawa Barat menggelar rapat persiapan karnaval di Gedung Sate Bandung, Senin (21/8/2017). Rapat itu dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

"Jika melihat pada keberhasilan pembukaan PON XIX lalu itu cukup sukses, apalagi ini skalanya kan relatif lebih kecil. Jadi Insya Allah sukses, doakan saja," kata Ahmad Heryawan usai rapat persiapan karnaval, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Karnaval itu akan menampilkan karya terbaik seniman lokal dan nasional. Karnaval digelar dari Gasibu dan berakhir di Alun-alun Kota Bandung mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00.

Presiden RI Joko Widodo diagendakan menghadiri‎ kegiatan tersebut. Rencananya, Joko Widodo mengenakan busana tradisional khas Jawa Barat

Heryawan berharap masyarakat Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung berperan serta menyukseskan acara nasional itu dengan menjaga ketertiban.

"Ini hajat rakyat, jadi silahkan datang dengan tertib dan tunjukan keramahan warga Jawa Barat, khususnya Bandung," ujarnya.

Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan adalah perhelatan penutup dari rangkaian peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-72.

Karnaval ini digelar oleh pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah. Karnaval pertama digelar di Pontianak dan kedua di Danau Toba.  Seluruh karnaval dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau