Kilas

Hendrar Prihadi Berharap PSIS Semarang Kembali Berlaga di Liga 1

Kompas.com - 22/08/2017, 07:26 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com – Wali Kota Semarang, Jawa Tengah Hendrar Prihadi mengapresiasi keberhasilan klub PSIS Semarang menembus babak 16 besar di Liga 2.

Menurut Hendrar keberhasilan itu tidak lepas dari usaha keras para pemain, tim pelatih, manajemen, suporter dan pihak lain yang mendukung kebangkitan kesebelasan tersebut.

Wali Kota Semarang mendukung PSIS Semarang untuk bisa kembali merumput di liga 1. Namun, PSIS Semarang mesti bekerja keras dan meningkatkan kerja tim agar dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi.

“Saya optimistis PSIS Semarang akan masuk ke liga 1. Itu semua tidak hanya tergantung pada 11 pemain di lapangan saja, tapi seluruh suporter mesti bergerak bersama mengembalikan PSIS Semarang sebagai klub juara,” kata Hendrar usai menyaksikan pertandingan PSIS vs Persis Solo di Stadiun Jatidiri, Semarang, Senin (21/8/2017).

Pertandingan antara PSIS melawan Persis Solo dilaksanakan selama 90 menit waktu pertandingan. Pertarungan sengit itu dimenangkan PSIS dengan skor 1-0.

Gol semata wayang dicetak kapten PSIS Haudi Abdillah saat memasuki injury time babak pertama.

Laga antara PSIS Semarang versus  Persis Solo di Jatidiri, Semarang, Senin (21/8/2017)NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Laga antara PSIS Semarang versus Persis Solo di Jatidiri, Semarang, Senin (21/8/2017)

Kemenangan itu menjadikan PSIS naik ke puncak klasemen di group 4 di liga 2 itu. Kini point PSIS menjadi 32 point dari 13 pertandingan. PSIS juga memperbesar peluang masuk ke liga 1 karena memastikan lolos di babak 16 besar.

Sementara itu, Direktur Teknik PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho memuji perjuangan anak asuhnya memperkuat tim. Para pemain PSIS telah belajar dari kekalahan saat bertandang di Surakarta.

Kemenangan ini juga sesuai target timnya untuk dapat lolos di babak 16 besar.

“Tim tampil disiplin, tambahan tiga point sesuai target lolos 16 besar. Masih ada (pertandingan) lawan Bantul, diupayakan maksimal,” kata Agung.

Pencetak semata wayang dalam pertandingan tersebut juga tidak sabar menanti timnya untuk masuk di babak 16 besar. “Selamat datang di 16 besar,” ujarnya. (KONTRIBUTOR SEMARANG/ NAZAR NURDIN)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau