Advertorial

Startup Kedua Indonesia yang akan Masuk Jajaran Unicorn

Kompas.com - 22/08/2017, 18:42 WIB

Di Indonesia dan bahkan di dunia, bisnis perusahaan rintisan (startup company) menunjukkan tren bertumbuh pesat. Bahkan pemerintah memiliki target untuk menghasilkan minimal satu perusahaan unicorn setiap tahun tampaknya akan terealisasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Indonesia akan segera memiliki startup company kedua yang masuk ke dalam jajaran unicorn atau memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS.

"Kita sudah punya satu unicorn, tahun ini akan ada unicorn yang kedua," kata Rudiantara.

Meskipun belum bersedia memberi bocoran mengenai unicorn kedua Indonesia tersebut, Rudiantara mengatakan bahwa perusahaan tersebut mampu mempekerjakan ribuan pegawai.

Perusahaan rintisan di Indonesia yang saat ini masuk dalam jajaran unicorn adalah perusahaan aplikasi angkutan PT Go-Jek Indonesia. Go-Jek, yang telah beroperasi di 25 kota besar di Indonesia, di pertengahan 2017 ditaksir memiliki valuasi sekitar 3 miliar dollar AS atau lebih dari Rp40 triliun.

Kala itu, mereka mendapatkan investasi baru dalam jumlah sangat menggiurkan, 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun dari konsorsium investasi global yang terdiri dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital serta Capital Group Private Markets.

Berkat investasi tersebut, valuasi Go-Jek diperkirakan meroket menjadi lebih dari 1 miliar dollar AS, sehingga sah menjadi startup unicorn.

Tentu tak banyak yang membayangkan ojek bisa menjadi bisnis triliunan. Tapi CEO Go-Jek Nadiem Makarim dan rekan-rekannya di Go-Jek telah membuktikannya.

"Perlu digarisbawahi di sini bahwa kami tidak ingin berkompetisi dengan sarana angkutan umum lainnya, tapi lebih ke arah bagaimana Go-Jek ini bisa membantu pemerintah dengan menyediakan transportasi alternatif yang cepat," papar Nadiem pada saat aplikasi Go-Jek dilahirkan.

Visi transportasi alternatif itu akhirnya melesat karena dipadukan dengan teknologi informasi. Sebuah ide yang kini berharga miliaran dollar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau