Kilas

Produk Inovasi Diharapkan Bisa Digunakan Masyarakat Jawa Barat

Kompas.com - 25/08/2017, 17:14 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Jawa Barat berharap seluruh produk inovasi yang dipamerkan pada Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Ke-VII di Majalengka bisa digunakan masyarakat. Selain itu, masyarakat perlu mendukung para inovator untuk mendapat hak atas kekayaan intelektual dari pemerintah agar tidak diklaim pihak lain.

"Kami juga harus memfasilitasi bagi inovasi TTG yang masih berupa prototipe untuk dikembangkan menuju skala produksi massal agar dimanfaatkan masyarakat luas," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar usai membuka Gelar Teknologi Tepat Guna tingkat Jawa Barat Ke-VII di lapangan Gelanggang Generasi Muda, Majalengka, Kamis (24/8/2017).

Dalam gelar TTG tersebu,t dipamerkan 50 produk karya inovator dari 27 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat. Seperti "Tungku Ajaib" berupa alat pemusnah sampah, mesin ATM beras, absensi sepatu, e-waste atau limbah elektronik, dan alat tenun bambu semi manual.

Menurut dia, teknologi tepat guna haruslah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tidak merusak lingkungan, menjawab permasalahan masyarakat dan menghasilkan nilai tambah dari segi ekonomi. Tujuannya, untuk mempercepat pemulihan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan mengembangkan kegiatan usaha ekonomi produktif masyarakat.

"Sehingga dampak ekonominya dirasakan masyarakat karena investasi meningkat dan lapangan kerja menjadi luas," ujarnya.

Produk-produk dari TTG tersebut mampu mendorong terwujudnya masyarakat Jawa Barat yang lebih berdaya saing, produktif, maju, mandiri dan sejahtera.

Dengan teknologi tepat guna proses diharapkan produksi akan lebih efisien, hemat biaya ,dan energi. "Di saat yang sama, menghasilkan produk berkualitas dengan harga ekonomis sehingga berdaya jual tinggi dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi si pelaku usaha," ujarnya.

Para pemenang dari gelaran TTG Ke-VII ini nantinya akan mewakili Jawa Barat ke pentas TTG Nasional pada September 2017 mendatang di Kota Palu.

"Saya harap karya inovasi yang mewakili Jabar terpilih menjadi yang terbaik di tingkat nasional," kata Deddy.

Bupati Majalengka Sutrisno tak ingin gelaran teknologi tepat guna hanya kegiatan bersifat seremoni semata. "Saya berharap gelar ini tidak hanya kegiatan yang bersifat formalitas saja tapi diharapkan mampu memotivasi, menginisiasi dan mempopulerkan penggunaan teknologi tepat guna," katanya.

Menurutnya, produk teknologi tepat guna merupakan solusi merupakan solusi yang tepat untuk karena mampu meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat.

Berikut produk-produk inovasi pemenang pada Gelar Teknologi Tepat Guna Ke-VII Tingkat Jawa Barat 2017:

Kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan

Juara 1: Insenerator (Kabupaten Bandung Barat)
Juara 2: Grid Inventer (Kabupaten Sumedang)
Juara 3: E-Waste (Kota Bekasi)

Kategori Teknologi Inovasi

Juara 1: Absensi Sepatu (Bandung Barat)
Juara 2: Mesin ATM Beras (Kabupaten Karawang)
Juara 3: Tenun Bambu Semi Manual (Kabupaten Majalengka)

Masing-masing pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan uang stimulan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau