Advertorial

DPD Harap Konflik di Timika Lekas Berakhir

Kompas.com - 25/08/2017, 18:22 WIB

Wakil Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia mengadakan acara coffee morning dengan manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI), Serikat Pekerja di lingkup Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPKEP SPSI PTFI dan SKPD Kabupaten Mimika, di Hotel Horison Timika, Papua, Jumat (25/8/2017). 

Dalam acara yang berlangsung santai tersebut Nono Sampono berbicara mengenai konflik-konflik yang terjadi di daerah harus cepat diselesaikan agar tidak melebar. Perlu diperhatikan juga konflik yang terjadi tidak lepas dari berbagai masalah yang sudah menumpuk lama.

Konflik kecil hanyalah pemicu yang bisa jadi besar jika tidak segera dikikis.  "Saya berpesan agar kita semua untuk hindari jangan sampai terjadi perpecahan, kita bisa berbeda pandangan tapi jangan sampai bermusuhan," kata senator dari Maluku tersebut.

Pernyataan Nono Sampono tersebut mengacu pada masalah yang terjadi antara ribuan karyawan PTFI yang mogok kerja dan Manajemen PTFI. Semua itu terjadi karena masing-masing pihak mempunyai cara pandang sendiri.

"Kami melihat bahwa masing-masing pihak punya sudut pandang sendiri, namun harus hati-hati kalau dalam konflik itu ada penumpang gelap," kata Nono seusai pertemuan dengan SPSI PTFI kemarin di kantor bupati Mimika.

Selanjutnya, Nono Sampono mengingatkan semua pihak untuk menjaga agar konflik tidak terus berlanjut, karena kita berkewajiban menjaga persatuan di era masing-masing untuk diserahkan ke generasi selanjutnya.

"Potensi untuk pecah dan berkonflik itu besar, karena perbedaan kita banyak,dari bahasa, budaya, agama, dan suku bangsa. Pemersatu kita adalah Pancasila," tutur Nono Sampono. 

Menanggapi kedatangan DPD RI untuk membantu konflik PT Freeport Indonesia, tokoh masyarakat sekaligus penasihat senior PTFI Michael Manufandu mengapresiasi kedatangan DPD RI.

"DPD RI datang langsung memimpin rapat dengan SPSI dan juga Freeport, ini sangat luar biasa, kami apresiasi pertemuan yang berlangsung secara aman dan kondusif.  DPD RI tidak hanya nato (no action talk only). DPD datang semua langsung dilakukan," kata Manufandu. 

Manufandu juga berpesan agar kita menghindari perbedaan pendapat dan masalah yang ada harus segera diselesaikan. "Kita hindari perbedaan-perbedaan dan junjung kebersamaan. Kehadiran lembaga pemerintah melihat konflik ini sebagai hal yang harus diselesaikan," ujarnya. 

Kesan senada juga disampaikan oleh perwakilan SPSI PTFI Abraham Tandi Datu yang sangat senang dengan kehadiran langsung DPD RI di Timika, setelah mereka mengadu ke Pimpinan DPD RI beberapa waktu lalu.

"Ke mana lagi kita mengadu, kita beranikan diri ketemu pimpinan DPD. Kami terharu DPD datang ke Papua untuk menemui kami. Semoga ke depan semakin baik, khususnya dalam hubungan industrial," katanya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau