Advertorial

Masyarakat Indonesia Belum Merdeka dari Kemacetan

Kompas.com - 26/08/2017, 11:07 WIB

Kemacetan masih menghantui masyarakat Indonesia. Terutama mereka yang hidup dan beraktivitas di kota-kota besar. Pada pagi hari, semua orang secara bersamaan keluar rumah untuk beraktivitas sehingga jalanan padat. Begitu juga ketika sore hari menjelang, perjalanan pulang sudah pasti macet.

Namun masalah belum usai. Mengendarai motor di tengah kemacetan setiap hari ternyata juga memberi dampak yang cukup negatif pada tubuh. Kemacetan mengancam kesehatan fisik.

Menempuh perjalanan macet dengan sepeda motor membuat pinggul, punggung, dan bahu rentan terhadap kram dan nyeri otot kronis. Selain itu, terpaan angin dan polusi saat mengendarai motor bisa berdampak buruk pada kesehatan paru-paru. Apalagi jika pemotor malas menggunakan masker yang sesuai standar untuk melindungi saluran nafasnya.

Dampak jangka panjang dari terus menerus menghirup udara berpolusi sangat mengerikan. Gas buang kendaraan bermotor mengandung gas berbahaya yang bersifat karsinogenik alias dapat memicu kanker.

Selain itu juga menyebabkan kelelahan psikologis alias stres dan kerugian ekonomi. Jangan hanya perhitungkan bahan bakar yang terbuang untuk bermacet-macetan. Jika tidak macet hidup Anda akan lebih efisien, waktu dapat digunakan secara efektir untuk melakukan sesuatu yang produktif.

Nah, jika ingin merdeka dari dampak-dampak buruk kemacetan tersebut, ada cara mudah yang dapat dilakukan pemotor.

Selain melindungi diri dengan menggunakan jaket, helm, dan masker yang sesuai, pilih juga jenis motor yang pas untuk mengurangi efek buruk kemacetan seperti lelah, stres, dan rugi bahan bakar. Misalnya saja seperti sepeda-sepeda motor berjenis maxi yang nyaman.

Salah satu skuter maxi yang dapat Anda pilih adalah Yamaha XMAX yang dibekali tiga keunggulan yaitu tampilan keren, kenyamanan premium, dan performa terbaik. Skuter besar berbadan sporty ini memiliki tampilan yang cukup garang, namun modis karena terinspirasi dari kehidupan di Eropa.

Untuk urusan performa, Yamaha XMAX dibekali teknologi Blue Core 250cc dengan Liquid Cooled-4 Valve untuk akselerasi mantap. Ketangguhannya disokong oleh penggunaan DiASil Cylinder dan Forged Piston.

Mengendarai Yamaha XMAX sudah pasti nyaman karena joknya lebar dan empuk. Posisi handle dan windshield bisa disesuaikan dengan posisi duduk. Skuter ini memiliki dua pijakan kaki, Anda bisa menyesuaikan posisi duduk senyaman mungkin.

Yamaha XMAX juga sudah mengadopsi Smart Key System, jadi Anda hanya perlu mendekatkan remote untuk menghidupkan mesin. Selain itu, sudah tersedia Electric Power Socket untuk mengisi daya baterai. Jika sewaktu-waktu baterai smartphone habis, tinggal colok saja.

Selain itu fitur keamanannya juga jempolan. Yamaha XMAX dilengkapi Traction Control System (TCS) untuk mengurangi resiko selip ban belakang serta sistem rem ABS dan Double Disc Brake untuk cengkraman yang kokoh. Lampu LED depan, belakang, dan lampu hazard juga disiapkan untuk kondisi darurat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi Yamaha XMAX dan informasi indent skuter ini kunjungi di sini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau