Advertorial

Sadar akan Pola Hidup Sehat, Sudahkan Anda Sadar Terhadap Faktor Udara?

Kompas.com - 28/08/2017, 08:17 WIB

Dewasa ini, kesadaran akan pola hidup sehat semakin meningkat. Mulai dari pola hidup yang teratur dengan rutin berolahraga, sampai menakar asupan gizi dari setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Kesadaran ini bahkan sudah sampai pada level industri. Sekarang banyak yang menawarkan jasa sebagai personal trainer untuk membantu Anda rutin dalam berolah raga, dan produk-produk makanan dengan label “organik” yang biasanya dikorelasikan sebagai makanan sehat.

Memang meningkatnya kesadaran ini sedikit banyaknya disebabkan dari semakin buruknya kualitas kesehatan. Khususnya untuk masyarakat modern yang dengan segala rutinitasnya menjadikannya sulit untuk berolahraga, dan dikelilingi oleh berbagai produk makanan dengan nilai gizi tidak seimbang.

Namun ada satu faktor lagi yang sayangnya sering dilupakan, yaitu udara. Padahal faktor ini memiliki peran yang krusial untuk mendapatkan sebuah hidup yang sehat.

Bahaya polusi udara

Sekilas polusi udara memang terlihat sepele, tapi tahukah Anda kalau polusi udara sebabkan 7 juta kematian di dunia? Bahkan di Jakarta sendiri pada tahun 2015 lalu, 60 persen pasien rumah sakit menderita penyakit yang disebabkan oleh polusi udara.

Mungkin kita sudah biasa menghirup udara yang tercemar oleh asap kendaraan dan asap rokok. Padahal menghirup udara yang tercemar polusi tersebut dapat menimbulkan masalah serius bagi paru-paru dan sistem pernafasan Anda. Tidak hanya itu, gangguan fungsi hati, ginjal, pankreas, dan sistem reproduksi adalah hal turunan yang juga ditemukan dari polusi udara ini.

Tidak ketinggalan, otak juga menjadi organ yang terkena dampak dari polusi udara. Pada jangka pendek yang sering terjadi ialah sakit kepala, Cepat lelah dan tekanan darah tinggi. Sedangkan pada pada jangka panjang, dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan kecerdasan.

Bahkan sudah ada penelitian yang menemukan bahwa polusi udara mempercepat penuaan otak dan menyebabkan stroke.

Memang udara yang kita hirup setiap saat sering kali tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak berwarna. Namun pada udara yang tercemar polusi mengandung partikel halus dan berbahaya yang dapat terhirup oleh tubuh. Partikel tersebut mulai dari debu, bakteri, jamur, virus, sampai serbuk sari.

Terobosan hebat bagi kesehatan: teknologi Plasmacluster

Kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan dari polusi udara ini melatarbelakangi SHARP untuk menciptakan Air Purifier dengan teknologi Plasmacluster. Teknologi ini mampu menonaktifkan virus, bakteri, penyebab alergi dan menghilangkan berbagai macam bau dan udara polusi dalam ruangan dengan konsentrasi ion Positif (H+) dan ion Negatif (02-) lebih tinggi.

Dengan teknologi Plasmacluster udara dalam ruangan menjadi segar dan bersih alami dan aman bagi tubuh.

Air Purifier SHARP ini memiliki 2 teknologi utama yaitu Ion Plasmacluster dan triple step filter. Plasmacluster bekerja secara aktif menjernihkan udara di seluruh ruangan dengan menonaktifkan senyawa-senyawa berbahaya yang menyebar di udara. Setelah itu udara yang telah dijernihkan oleh Ion Plasmacluster di saring kembali oleh tiga tahap penyaringan: Pre-Filter yang mampu menyaring debu yang berukuran lebih dari 500 micron, deodirizing filter yang bisa menetralkan bau, dan yang terakhir HEPA Filter yang mampu menyaring senyawa yang berukuran 0.3 micron.

Setelah itu udara yang telah dijernihkan akan dikeluarkan kembali. Udara yang berada di ruangan pun akan selalu terjaga kejernihannya.

Agar Anda dan keluarga selalu terhindar dari udara berpolusi, SHARP membuat produk Air Purifier-nya dalam beberapa model. Mulai dari yang diperuntukkan untuk rumah, kamar, kantor, bahkan sampai untuk di dalam mobil.

Yuk jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan Air Purifier SHARP. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di sini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau