Kilas

Saat Mereka "Patungan" Bantu Korban Rohingya...

Kompas.com - 04/09/2017, 18:37 WIB


PURWAKARTA
, KOMPAS.com - Aksi simpatik terus ditunjukan oleh berbagai kalangan atas kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Semangat itu ternyata sampai juga di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama para pejabat Pemkab Purwakarta terketuk mengumpulkan uang untuk korban tragedi tersebut pada Senin (3/9/2017). 

Sejak Pukul 08.00 WIB pagi tadi, Dedi terlihat mengumpulkan seluruh pejabat eselon II sampai IV yang berada di lingkungan Pemkab Purwakarta. Setelah menyampaikan sambutan, Dedi menyediakan sebuah gentong kecil dan menyerukan pengumpulan dana untuk etnis Rohingya. 

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, hari ini kita melakukan aksi nyata, bukan sekadar mengecam. Kita kumpulkan dana untuk Rohingya, semoga bisa meringankan beban mereka,” jelas Dedi di hadapan para pejabat Pemkab Purwakarta.
 
Dedi pun mengimbau seluruh komponen masyarakat agar tidak memperuncing konflik  dengan membawanya menjadi sentimen Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan (SARA) di Indonesia.

Pada prinsipnya, imbuh dia, penyelesaian masalah harus berpijak pada nilai kemanusiaan sebagai dasar perdamaian. 

“Siapapun yang menghilangkan nyawa orang atau komunitas, tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Perbuatan keji itu bertentangan dengan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
 
Dari kegiatan pengumpulan dana, ia menargetkan jumlah Rp 200 Juta. Setelah terkumpul, Pemekab Purwakarta, kata dia, akan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia setempat untuk penyaluran bantuan. 

“Mudah-mudahan semua menyumbang. Mulai dari pejabat, hingga kepala desa,” tambahnya.
 
Hadirin hari itu terlihat antusias. Kata Dedi, kegiatan itu adalah cermin Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh khas orang Jawa Barat.
 
“Alhamdulillah bisa berpartisipasi, semoga bisa bermanfaat,” ujar Asep Supriatna, salah seorang pejabat yang hadir. (KONTRIBUTOR PURWAKARTA.IRWAN NUGRAHA)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau