Advertorial

Sebelum Terlambat, Inilah Cara Untuk Mengatasi Candu Utang Anda

Kompas.com - 04/09/2017, 19:00 WIB

Berapa banyak utang Anda saat ini? Coba tengok dompet Anda, dan perhatikan jajaran kartu kredit yang ada di dalamnya. Jika Anda menikmati “menyambung nyawa” di penghujung bulan dengan berutang, jangan lupa untuk memperhatikan pengelolaan utang Anda. Jangan sampai terjebak dalam lingkaran setan dari utang yang Anda buat sendiri.

Roslina Verauli, M Psi, dalam bukunya Discovering Your Black Box: Menuju Kaya Dengan Pendekatan Psikologi memaparkan beberapa tanda yang mengindikasikan utang Anda sudah dalam level membahayakan. Apa sajakah tanda-tanda itu?

Gejala pertama adalah jika 15-20 persen pendapatan Anda dipakai untuk membayar utang (diluar KPR). Seringkali pula pengeluaran bulanan Anda justru lebih besar dari pendapatan, sehingga pengeluaran rutin terpaksa ditutup dengan kartu kredit.

Tanda-tanda berikutnya adalah ketika Anda memakai tabungan untuk membayar pengeluaran harian. Selain itu Anda pun hanya mampu membayar jumlah minimun tagihan, sementara pinjaman Anda kerap melebihi batas.

Puncaknya, Anda pun akhirnya menggunakan kartu kredit untuk melunasi tagihan di kartu kredit lain. Selain gali lubang tutup lubang, Anda pun gagal mengkalkulasi total utang Anda. Kondisi ini sangat berbahaya. Bayangkan jika sewaktu-waktu Anda kehilangan penghasilan dan tidak punya tabungan.

Namun Anda belum terlambat, berikut ada beberapa cara untuk menanggulangi bencana utang Anda. Pertama-tama, inventarisasikan semua utang Anda.

Hitung nominal, tunggakan, bunga, cicilan, dan kepada siapa Anda berutang. Lalu buat urutan prioritas pelunasannya, mulai dari yang paling besar dan perhitungkan pula biaya-biaya tambahannya. Selanjutnya, usahakan untuk membayar utang-utang itu di atas cicilan minimum agar penderitaan Anda lekas berakhir. Anda pun harus rela melepas aset yang Anda miliki jika utang sudah mendesak.

Namun jika posisi Anda sudah tidak memungkinkan untuk membayar utang dengan semestinya, coba lakukan pendekatan kepada kreditur Anda. Diskusikan kondisi Anda dan cari solusi apa yang kira-kira memungkinkan agar utang Anda tetap bisa dilunasi. Jika perlu, buatlah perjanjian khusus dengan kreditur Anda.

Nah, jika Anda telah lepas dari jerat utang, ingatlah untuk tidak jatuh di lubang yang sama lagi. Sebaliknya, mulailah kelola keuangan Anda dengan lebih bijaksana. Pertimbangkan setiap resiko yang mungkin terjadi pada setiap keputusan keuangan Anda.

Cobalah untuk lebih banyak menabung. Agar lebih disiplin pisahkan rekening tabungan dengan rekening untuk bertransaksi. Anda juga bisa mencoba memanfaatkan tabungan berjangka jika tidak ingin tabungan terpakai untuk keperluan konsumsi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau