Advertorial

Masyarakat Tampak Mulai Bermigrasi ke Belanja Daring

Kompas.com - 06/09/2017, 19:00 WIB

Kemajuan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan. Salah satunya yang juga paling kentara akhir-akhir ini adalah maraknya belanja daring (online). Pemerintah pun yakin bahwa memang terjadi migrasi masyarakat belanja konvensional ke daring.

Pemerintah bahkan meyakini bahwa meski ekonomi melambat daya beli masyarakat sebenarnya tidak turun. Karenanya penting untuk Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan perekaman data transaksi daring.

Sayangnya, BPS belum punya data komprehensif untuk mengecek sejauh mana migrasi dan besar pergeseran yang terjadi. Saat ini bahkan pola belanja daring tak terbatas pada perusahaan e-dagang, juga di media sosial.

Kepala BPS Kecuk Suharyanto menganggap hal tersebut menjadi salah satu kendala dalam perekaman data transaksi daring. Karenanya BPS berencana bekerja sama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) guna mengumpulkan data-data transaksi daring.

"Mereka (idEA) punya 300 anggota," kata Kecuk. Kecuk mengaku juga akan menggandeng pihak lain yang memiliki sistem gerbang pembayaran untuk melihat data transaksi informal yang dilakukan secara daring.

"Kami pernah melakukan survei kecil setingkat rumah tangga. Hasilnya, 15 persen rumah tangga diketahui pernah melakukan transaksi daring," tambahnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun tak tinggal diam. Tahun ini, ia menargetkan bisa mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait peta jalan (roadmap) transaksi daring.

Hal pertama akan mengatur pencatatan transaksi pada marketplace dengan menghubungkan sistem pembayaran Bank Indonesia (BI). Kedua mengatur isu-isu e-dagang terkait sistem pembayaran BI atau sistem pembayaran nasional (NPG).

"Akhir tahun ini, kebijakan tersebut akan keluar," jelas Rudiantara.

Sumber: smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau