Kilas

Pelajar Purwakarta Bagikan Beras pada Warga Miskin

Kompas.com - 07/09/2017, 14:16 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Para pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 di Kabupaten Purwakarta serempak membawa satu gelas beras dari rumah untuk diserahkan kepada pelajar dan warga miskin yang tinggal di sekitar sekolah, Kamis (7/9/2017).

Aksi sosial itu merupakan bagian dari program Poe Welas Asih atau Hari Kasih Sayang.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, aksi sosial tersebut diproyeksikan berlangsung dalam periode yang relatif panjang. Dengan demikian, dibutuhkan pengawasan detail dari pihak sekolah maupun pegawai. 

“Menebar kasih sayang itu tidak boleh terbatas pada ruang dan waktu. Artinya, program ini tidak sporadis melainkan berkesinambungan. Tidak ada batas artinya semua tingkatan merasakan program ini,” ujar Dedi.

Baca: Purwakarta Menetapkan Setiap Kamis adalah Hari Kasih Sayang

Kegiatan pertama yang dipantau Dedi berlokasi di SMPN 5 Purwakarta. Beras yang dibawa para pelajar terkumpul satu kuintal.

Para pelajar dikumpulkan di lapangan dan dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian, kelompok-kelompok itu membagikan beras tersebut pada pelajar yang membutuhkan dan warga miskin di sekitar sekolah.

Salah seorang pelajar Kelas IX SMPN 5 Purwakarta, Rangga (14), mengaku dirinya merasa termotivasi melakukan aksi sosial. Program Kemis Poe Welas Asih menjadi sarana untuk belajar berbagi pada sesama yang membutuhkan.

“Semangat Pak, berasnya banyak, ini mau dibagi-bagi ke sekitar sekolah,” katanya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memanggul beras untuk dibagikan pada warga miskin di Purwakarta, Kamis (7/9/2017). Kegiatan membagikan beras pada masyarakat miskin merupakan perwujudan dari program Kemis Poe Welas Asih. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memanggul beras untuk dibagikan pada warga miskin di Purwakarta, Kamis (7/9/2017). Kegiatan membagikan beras pada masyarakat miskin merupakan perwujudan dari program Kemis Poe Welas Asih.

Aksi sosial berbagi beras itu ditanggapi positif oleh pelajar maupun warga tak mampu. Saifullah (14), salah satu pelajar penerima bantuan beras. tersenyum senang saat menerima tiga ekor domba betina dan seekor domba jantan dari Dedi Mulyadi.

Setiap hari, Saifullah menggembalakan kambing milik tetangganya. Pekerjaan itu dilakoni untuk menambah penghasilan bagi keluarganya.

“Alhamdulillah dapat bantuan banyak hari ini. Saya jadi tambah semangat belajar,” katanya.

Selain Saifullah, Mak Karsih (65), janda tua yang tinggal di belakang sekolah itu juga mendapatkan bantuan beras. Para pelajar didampingi seorang guru menyerahkan paket beras pada Mak Karsih.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyerahkan beras kepada warga miskin di Purwakarta dalam rangka program Kemis Poe Welas Asih, Kamis (7/9/2017) Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyerahkan beras kepada warga miskin di Purwakarta dalam rangka program Kemis Poe Welas Asih, Kamis (7/9/2017)

Perempuan tua itu hidup sebatang kara sehingga harus mencukupi kebutuhan hidup seorang diri. Ia mengaku merasa terbantu dengan adanya paket beras itu dari para pelajar SMPN 5 Purwakarta.

“Baik-baik anak sekolah ini, Alhamdulillah Mak dikasih beras," ujarnya. (KONTRIBUTOR TASIKMALAYA/ IRWAN NUGRAHA)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau