Sorot

Lippo Group Siap Bangun Pusat Riset Industri di Cikarang

Kompas.com - 07/09/2017, 14:19 WIB
Suasana di Kantor Marketing Kota Baru Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISuasana di Kantor Marketing Kota Baru Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.

KompasProperti - Keberadaan pusat penelitian di kawasan industri seperti Cikarang sangat dibutuhkan. Penelitan diharapkan menghasilkan temuan yang berguna untuk pengembangan bisnis di masa depan.

Lippo Group berencana membangun industrial research center (IRC) di Cikarang, tepatnya di kota baru Meikarta.

Chief Marketing Officer Lippo Homes Jopy Rusli mengatakan, Lippo berencana untuk mengundang pusat penelitian dan membuat Meikarta seperti Sillicon Valley.

"Jadi kami bukan hanya bangun realestate, tetapi membangun kota yang dalam jangka waktu cepat sekali," katanya saat peluncuran Meikarta di Cikarang, Kamis (17/8/2017).

Baca: Penjualan Meikarta Tembus 99.300 Unit

Nantinya, universitas maupun industri yang berada di dalam maupun di luar Meikarta dapat memanfaatkan fasilitas ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagai peralatan canggih di laboratorium, buku-buku terbitan terbaru di perpustakaan, ruang-ruang diskusi yang nyaman akan disediakan di pusat penelitian di sana.

Para ilmuwan, insinyur, praktisi, dan pakar industri selalu siap bekerja melayani berbagai pihak yang membutuhkan penelitian dan pengembangan.

Pengembangan riset

Kegiatan yang akan dilakukan pusat penelitian itu berfokus pada pengembangan produk, desain, teknologi, serta riset pasar.   

Rencananya, IRC tak hanya berkutat di laboratorium, namun juga aktif berbagi ilmu pengetahuan melalui forum pengembangan industri maupun konsultasi industrial.

Perusahaan skala menengah dan kecil dapat memanfaatkan IRC. Sebab, banyak perusahaan tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Selain itu, tidak semua perusahaan memiliki tenaga ahli untuk penelitian dan pengembangan produk.

Setiap pengguna jasa IRC nantinya dapat mempelajari tentang alih teknologi dan peningkatan keterampilan. Di samping itu, mereka bisa memperoleh arahan tentang pemilihan tekonologi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Foto udara kawasan Central Park di kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Meikarta telah membangun central park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Foto udara kawasan Central Park di kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Meikarta telah membangun central park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track.

Sehingga, IRC berfungsi sebagai sebuah pusat pengembangan industri. Hasil penelitian itu dimanfaatkan perusahaan untuk menghasilkan produk berdaya saing tinggi secara kualitas maupun harga.

IRC pun mampu melakukan riset dan inovasi teknologi, terutama  strategi membangun industri yang ramah lingkungan. Inovasi teknologi berdampak pada peningkatan produktivitas dan daya saing industri yang dibutuhkan untuk mengembangkan perekonomian nasional.