Sorot

Sebentar Lagi Warga Cikarang Tak Lagi Terbang dari Soekarno-Hatta

Kompas.com - 07/09/2017, 19:12 WIB
Airbus A380 Superjumbo Damian Dovarganes / AFP / Getty / PoolAirbus A380 Superjumbo


KompasProperti - Dalam kurun waktu tak sampai setahun, warga Cikarang tak perlu bermacet-macet melintasi Jakarta untuk mencapai Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Sebab, bandara internasional baru di Jawa Barat yakni Bandara Kertajati akan mulai beroperasi pada Februari 2018.

Direktur utama PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan, bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka ini dibangun untuk mengurangi kepadatan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Rencananya, Bandara Kertajati dilengkapi dengan jalur kereta bandara untuk menarik penumpang dari Jakarta. Kereta bandara itu akan menempuh rute Stasiun Gambir menuju Bandara Kertajati dalam waktu kurang dari dua jam.

Pembangunan Bandara Kertajati tentu membawa perubahan besar bagi warga Jawa Barat. Demikian juga dengan warga Cikarang, Kabupaten Bekasi, akan semakin mudah bepergian ke luar kota maupun luar negeri.

Baca: Kemudahan Hidup di Kota Baru Meikarta

Mengapa warga Cikarang? Sebab, jalur kereta bandara akan melintasi Bekasi Timur yang tak jauh dari kota baru Meikarta di Cikarang.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, keberadaan Bandara Kertajati memang sangat dibutuhkan penduduk Jawa Barat. Apalagi, saat ini jumlah penduduk di provinsi itu sudah mendekati 50 juta orang, katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Sementara, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Barat Agung Suryamai Sutisno mengatakan, Jawa Barat merupakan jantung industri nasional. Sekitar 50 persen peran sektor industri dalam perekonomian nasional berada di Jawa barat.

Saat ini tercatat, 40 dari 74 kawasan industri yang ada di Indonesia terletak di Jawa Barat. Dari sisi luas kawasan industri yang mencapai 31.000 hektar, 23.000 hektar berada di Jawa Barat.

Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat (13/2/2017)Achmad Fauzi Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat (13/2/2017)

Pembangunan Bandara Kertajati dan berbagai infrastruktur lain seperti jalan tol melayang akan membuat industrialisasi di Bekasi dan sekitarnya semakin pesat.

Industrialisasi di Bekasi diprediksi berkembang ke daerah lain di sepanjang jalan tol yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung dan Cirebon. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk memperpanjang runway Kertajati dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter.

Dengan runway sepanjang itu, pesawat penumpang terbesar di dunia yakni Airbus A 380 bisa mendarat di Kertajati.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi percaya kehadiran Airbus A380 akan mempercepat pertumbuhan Kertajati sebagai bandara internasional.

Terminal di Bandara Kertajati dirancang memiliki luas 96 ribu meter persegi yang sanggup menampung hingga 10 juta orang per bulan. Dengan begitu, bandara ini akan sanggup menekan kepadatan Soekarno-Hatta secara signifikan.

Foto udara proyek kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Foto udara proyek kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.

Bandara Kertajati diproyeksikan melayani 14 rute yang terdiri atas 10 rute domestik dan 4 rute internasional. Pada tahap pertama itu, rute internasional yang akan dilayani adalah Arab Saudi, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Dengan banyaknya rute penerbangan di Kertajati, mobilitas warga kota Meikarta di Cikarang pun semakin mudah dan cepat.