Sorot

Bakal Ada Jakarta Baru dekat Kawasan Industri Cikarang

Kompas.com - 09/09/2017, 20:36 WIB

KOMPAS.com - Kemacetan Jakarta saat ini kian menyita waktu. Perjalanan dari satu titik ke titik lain di kawasan ibukota seolah menguji kesabaran. Sudah waktunya dibangun "Jakarta Baru" di kawasan strategis.

Studi Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 2000 memprediksi, Jakarta terancam menjadi kota gagal akibat kemacetan sangat parah.

Transportasi umum yang disediakan pemerintah maupun swasta belum dapat memenuhi harapan konsumen.

Ketidaknyamanan karena padatnya angkutan umum dan ketidakpastian waktu tunggu membuat transportasi umum tidak diminati semua orang. Belum lagi, ancaman kejahatan seperti pencopetan dan pelecehan seksual di transportasi umum.

Baca: Jakarta yang Makin Macet dan Kejam

Biaya transportasi umum yang relatif murah seringkali harus ditambah biaya angkutan lainnya. Penyebabnya, jarak halte atau stasiun dengan lokasi tujuan masih cukup jauh.

Jika dihitung biaya pergi-pulang, ongkos menggunakan transportasi umum tak berbeda jauh dibanding menggunakan kendaraan pribadi.

Mudahnya mendapat akses kredit kendaraan pribadi membuat orang lebih memilih beraktivitas dengan kendaraan sendiri dibanding transportasi umum. Apalagi, kendaraan pribadi pasti lebih nyaman dibanding transportasi umum.

Kemacetan dan ketidaknyaman di jalanan Jakarta berdampak pada produktivitas kerja. Selain itu, pengguna jalan di Jakarta setiap hari terancam stres, karena macet bisa terjadi di titik mana pun dan jam berapa pun.

Lippo Group menawarkan sebuah kota baru berupa hunian vertikal dan area komersial lengkap dengan fasilitas yang menunjang kehidupan.

Foto udara proyek kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Foto udara proyek kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.


Meikarta, kota baru yang akan dibangun di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diproyeksikan sebagai kota Jakarta Baru.

Seperti pembangunan kota mandiri lainnya, pengembangan Meikarta rencananya dilakukan secara bertahap.

"Kami akan kembangkan 3-5 tahun. Diharapkan, 3-5 tahun lagi Meikarta akan jadi kota mandiri dan orang sudah hidup, bekerja dan beraktivitas di sini," kata Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya saat pelucuran Meikarta di Lippo Cikarang, Kamis (17/8/2017).

Kawasan Meikarta berada di lokasi yang sangat strategis karena terletak dekat kawasan industri Cikarang dan berada di antara Jakarta-Bandung.

Kepadatan Tol Cikampek - Suasana kepadatan arus lalu lintas jalan tol Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Keberlangsungan tiga proyek sekaligus di ruas tol tersebut, yaitu proyek LRT, pengembangan tol susun Cikampek dan kereta cepat mengakibatkan arus lalu lintas semakin padat. Masyarakat pengguna tol Cikampek dihimbau untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan.KOMPAS/RIZA FATHONI Kepadatan Tol Cikampek - Suasana kepadatan arus lalu lintas jalan tol Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Keberlangsungan tiga proyek sekaligus di ruas tol tersebut, yaitu proyek LRT, pengembangan tol susun Cikampek dan kereta cepat mengakibatkan arus lalu lintas semakin padat. Masyarakat pengguna tol Cikampek dihimbau untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan.

Kota baru itu bakal ditunjang sejumlah infrastruktur, seperti kereta cepat Jakarta-Bandung, jalan tol melayang, serta light rapid transit (LRT). Meikarta juga akan dilengkapi dengan bandara serta pelabuhan internasional.

Para penghuni Meikarta nantinya bisa menikmati fasilitas jalan yang dibangun terpisah antara jalur kendaraan dengan pejalan kaki.

Guna mendukung mobilitas penghuni, Lippo akan membangun transportasi internal berupa APM (Automated People Mover) atau monorail, yang dapat menghubungkan semua bagian titik di Meikarta.

Segala infrastruktur tersebut, Cikarang bakal memiliki kota Jakarta Baru yang nyaman dan mendukung aktivitas para penghuninya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau