Sorot

Meikarta Siapkan Perpustakaan Lengkap dan Modern

Kompas.com - 12/09/2017, 07:50 WIB

KompasProperti - Perubahan dunia yang cepat sebagai dampak globalisasi mendorong masyarakat untuk mengakses informasi yang relevan, akurat, dan relatif cepat. Keberadaan perpustakaan sebagai sumber informasi berbanding lurus dengan kemajuan peradaban suatu bangsa.

Perpustakaan berfungsi membantu proses akselerasi pembangunan bangsa, terutama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan di masa serba digital ini dituntut untuk lebih cepat dan mudah melayanani informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Perpustakaan megah juga akan dibangun Lippo Group di kota baru Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kota mandiri yang memadukan apartemen dan area komersial itu akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan berstandar internasional.

Keberadaan perpustakaan itu untuk memenuhi kebutuhan informasi para penghuni apartemen maupun pebisnis di Meikarta.

Baca: Kota Baru Meikarta Tawarkan Pendidikan Berkualitas

Chief Marketing Officer (CMO) Lippo Homes Jopy Rusli mengatakan bahwa Meikarta adalah kota baru yang dibangun pengembang Lippo dan merupakan proyek terbesar yang pernah dibangun Lippo Group.

Berbasis pengalaman membangun dan mengelola Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo memang tak sembarangan membangun perpustakaan. Pihak pengembang Meikarta berencana membuat pusat layanan informasi modern yang dapat diakses dengan mudah.

UPH memiliki The Johannes Oentoro Library, sebuah perpustakaan modern di Indonesia yang dibuka pada Mei 2006. Perpustakaan itu dinamai demikian untuk mengenang rektor pertama UPH, almarhum Johannes Oentoro.

Perpustakaan seluas 5.400 meter persegi itu didirikan pihak universitas dengan biaya sekira Rp 50 miliar. Selain koleksi yang lengkap, perpustakaan juga dilengkapi sistem keamanan prima. Lima alat pemindai mesti dilewati pengunjung yang akan memasuki ruang perpustakaan itu.

Baca juga: Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Kota Baru Meikarta

Perpustakaan ini memiliki  50 ribu buah koleksi buku, 2.100 koleksi majalah, 269 artikel jurnal yang tersimpan rapi di lantai 2 perpustakaan ini serta lebih dari seribu materi audiovisual dan 5 ribu tesis serta disertasi.

Berbeda dengan perpustakaan fisik, perpustakaan digital dapat diakses kapan dan di mana saja. Mahasiswa hanya perlu media untuk mengaksesnya, mulai laptop, netbook, tablet hingga ponsel pintar dengan internet yang baik. www.shutterstock.com Berbeda dengan perpustakaan fisik, perpustakaan digital dapat diakses kapan dan di mana saja. Mahasiswa hanya perlu media untuk mengaksesnya, mulai laptop, netbook, tablet hingga ponsel pintar dengan internet yang baik.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, Lippo Group pun menaruh perhatian pada perpustakaan digital. Perpustakaan digital memiliki koleksi buku sebagian besar dalam format digital dan bisa diakses dengan internet.

Perpustakaan digital sangat berbeda dengan perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro, ataupun kumpulan kaset audio atau video.

Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah.

Sebagai kota baru, Meikarta membutuhkan sebuah tempat untuk menyimpan sejarah perjalanan pembangunan kota, gudang informasi sekaligus ilmu pengetahuan bagi warganya. Perpustakaan yang modern dan lengkap yang menyediakan  buku-buku, film, slide dan mudah diakses internet.


Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau