Sorot

Akses Transportasi Berkelas Dunia Segera Hadir di Cikarang

Kompas.com - 13/09/2017, 13:39 WIB

KompasProperti - Kawasan industri di Cikarang merupakan kawasan industri yang potensial. Sebab, sekitar 3.000 pabrik yang berasal dari 30 negara berlokasi di kawasan tersebut.

Kawasan industri itu mampu menyumbang sebesar 34,46 persen penanaman modal asing (PMA) nasional, serta 22-45 persen volume ekspor nasional pada 2008 dengan omzet mencapai 35 miliar dollar AS, dan 70 persen di antaranya untuk pasar ekspor.

Bila disandingkan dengan Batam, Cikarang jelas lebih unggul. Laman bps.go.id menyatakan, Batam menyumbang rata-rata ekspor nasional sebesar 20 persen, atau masih di bawah Cikarang.

Kawasan industri yang berada di Kabupaten Bekasi itu pun berkembang menjadi kawasan potensial hunian bagi para pekerja, sekaligus kawasan yang bernilai ekonomis. 

Baca: Pendorong Ekonomi Nasional itu Bernama Meikarta

Saat ini, pemerintah tengah membangun enam infrastruktur penting. Pertama, Patimban Deep Seaport yang nantinya akan membantu aktivitas ekspor dan impor di daerah tersebut.

Kedua, Bandara Internasional Kertajati. Keberadaan Kertajati ini tentu akan memudahkan lantaran pilihan bandara di kawasan tersebut menjadi lebih banyak.

Ketiga, kereta api cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung. Moda transportasi ini akan membuat lama perjalanan Jakarta Bandung hanya 39 menit.

Keempat, jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated Highway.

Infrastruktur kelima dan keenam adalah Light Rail Transport (LRT) Cawang-Bekasi Timur-Cikarang dan Automated People Mover (APM) atau monorail.

Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat (13/2/2017)Achmad Fauzi Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat (13/2/2017)

Keenam infrastruktur tersebut diperkirakan akan selesai dibangun dua hingga tiga tahun mendatang.

Seperti warga Tokyo di Jepang dan Las Vegas di Amerika Serikat, penghuni apartemen Meikarta juga akan dilayani dengan monorail.

Monorail di Tokyo menyusuri pantai Teluk Tokyo. Kereta rel tunggal ini menghubungkan pusat kota dengan Bandara Internasional Haneda.

Sedangkan, monorail di Las Vegas memiliki rute menyusuri jalan utama selama 15 menit tanpa macet. Di tengah kemacetan jalan utama kota itu, Las Vegas Strip, monorail menjadi pilihan transportasi bebas macet yang sangat membantu mobilitas. 

Baca juga: Meikarta Antisipasi Kemacetan dengan Grid System

Transportasi massal yang bertenaga listrik juga akan dihadirkan di Cikarang. Warga apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi pun bisa beraktivitas dari satu tempat ke titik lainnya di dalam kota terpadu itu dengan cepat dan efisien.

Tak hanya itu, monorail bisa membawa penghuni kota baru Lippo Group itu menuju pusat Kota Bekasi untuk berbisnis.

Dengan ketinggian rel 10 meter dari permukaan tanah, penumpang bisa menikmati pemandangan daerah yang dilintasi monorail. Setiap gerbong APM akan dilengkapi dengan CCTV yang bisa memantau keamanan para penumpang.

Foto udara proyek kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Foto udara proyek kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.


Keamanan dan kenyamanan warga Meikarta dalam bertransportasi pun makin terjamin dengan adanya monorail.

CEO Meikarta Ketut Budi Wijaya dalam Kompas.com pada Kamis (6/7/2017) mengatakan, Meikarta dibangun dengan berbagai akses jalan dan transportasi yang bakal mendukung mobilitas penghuni.  “Itu semua tentu upaya untuk mengurangi kemacetan di jalan utama," ujarnya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau