Advertorial

Miliarder dari Bisnis Teknologi Semakin Banyak Bermunculan di Asia

Kompas.com - 13/09/2017, 14:14 WIB

Jika Anda perhatikan nama-nama miliarder yang menghimpun kekayaannya dari bisnis teknologi kebanyakan berasal dari benua Amerika dan Eropa. Misalnya saja Jeff Bezos pendiri Amazon.com, Mark Zuckerberg pendiri Facebook, dan masih banyak lagi.

Alasannya negara maju memang memiliki karakteristik miliarder yang berbeda. Orang kaya di negara-negara berkembang biasanya memperoleh kekayaan dari bisnis komoditas, sementara di negara maju lebih banyak orang kaya berangkat dari bisnis teknologi.

Namun, saat ini seiring dengan menjadi semakin majunya beberapa negara di benua Asia, miliarder dari bisnis teknologi pun semakin banyak bermunculan benua di Timur tersebut.

Forbes baru saja merilis daftar orang-orang terkaya di dunia yang berasal dari bisnis teknologi dan beberapa miliarder asal Asia termasuk di dalamnya. Pendiri Microsoft, Bill Gates masih menduduki peringkat pertama dengan kekayaan 84,5 miliar dollar AS.

Posisi Gates disusul oleh Jeff Bezos pendiri Amazon.com dengan kekayaan 81,7 miliar dollar AS, Mark Zuckerberg dengan kekayaan 69,9 miliar dollar AS, dan pendiri Oracle Larry Ellison dengan kekayaan 59,3 miliar dollar AS.

Posisi kelima ditempati oleh Larry Page, pendiri Google, dengan kekayaan 43,9 miliar dollar AS. Dari total 93 nama miliarder teknologi, sebanyak 21 nama berasal dari negara Asia seperti China, Hong Kong, dan Taiwan.

Miliarder Asia dari bisnis teknologi dengan kekayaan terbanyak adalah Jack Ma, pendiri Alibaba. Jack tercatat memiliki kekayaan 37,4 miliar dollar AS dan menempati posisi ketujuh dalam daftar Forbes. Di bawah Jack Ma ada pemilik Tencent, Ma Huateng, dengan kekayaan 36,7 miliar dollar AS.

Milarder asal Hong Kong, Zhou Qunfei, yang memasok layar sentuh untuk Apple dan Samsung memiliki kekayaan 10 miliar dollar AS dan menduduki peringkat 26. Di bawahnya, ada Yeung Kinman di posisi 44 dengan kekayaan 5,4 miliar dollar AS.

India menyumbang dua nama, yakni Azim Premji dan Shiv Nadar. Masing-masing menduduki posisi 15 dan 18. Singapura menyumbang satu nama dari bisnis elektronik, Jason Chang dengan kekayaan 2,8 miliar dollar AS dan menempati posisi 89.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau