kabar ketenagakerjaan

Kemenaker Ajak Semua Pihak Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Kompas.com - 14/09/2017, 18:52 WIB

Kementerian Ketenagakerjaan menggelar acara bertajuk Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional.

Acara yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (14/9/2017) ini, diikuti oleh elemen masyarakat, jajaran pejabat Kemenaker RI, dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Asian Productivity Organization (APO) Dr  Santhi Kanoktanaporn. Kehadiran Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri diwakilkan oleh Bambang Satrio Lelono, Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Bambang Satrio Lelono, Menteri Hanif menyatakan pentingnya sebuah bangsa untuk meningkatkan produktivitas dan daya saingnya. Hal itu dimaksudan agar mereka mampu menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Dua faktor ini pun tertuang dalam butir keenam Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebagai agenda prioritas nasional. Lebih lanjut, Hanif menyatakan penurunan peringkat daya saing nasional Indonesia (versi World Economy Forum) dinilai erat kaitannya dengan rendahnya produktivitas total nasional.

“Kondisi ini semakin menguatkan kita untuk melakukan upaya-upaya yang lebih maksimal dan terukur melalui suatu gerakan yang berskala nasional dan yang bersifat masif,” demikian disampaikannya dalam sambutan tertulis.

Adapun topik yang dibahas adalam seminar nasional ini meliputi berbagai isu. Mulai dari isu di bidang sistem manajemen dan birokrasi, inovasi, kualitas SDM, pengembangan budaya produktif, hingga pemanasan global dan green productivity yang dikaitkan dengan produktivitas dan daya saing nasional.

Hanif menilai seminar ini merupakan momentum untuk reaktualisasi butir keenam Nawacita. Ia berharap melalui seminar ini didapatkan saran dari berbagai perspektif  yang konstruktif. Dengan demikian dapat dirumuskan kerangka besar dan road map peningkatan produktivitas dan daya saing yang teknis dan terperinci.

Hanif juga mengharapkan dukungan dari semua kalangan baik jajaran pemerintahan, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau