kabar mpr

Demonstrasi Ricuh di Depan YLBHI, Zulkifi Hasan: Hati-Hati Soal Isu Sensitif

Kompas.com - 18/09/2017, 20:15 WIB

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan angkat bicara soal kericuhan massa demonstrasi yang terjadi di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Sejumlah massa yang tidak membawa atribut diketahui mengepung gedung YLBHI sejak Minggu malam hingga Senin dini hari tadi. Mereka bermaksud membubarkan acara yang dilaksanakan YLBHI karena ditengarai terkait Partai Komunis Indonesia (PKI).

Di sela-sela kunjungan dalam rangka Sosialisasi 4 Pilar MPR di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Zulkifli menyatakan menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, aksi massa yang berujung perusakan itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

"Kita negara hukum, kalau ada apa-apa tidak dibenarkan main hakim sendiri. Kalau ada dianggap melanggar, biarlah proses hukum berjalan," katanya saat bertemu wartawab dalam sesi wawancara di Pendopo Bupati Kabupaten Sumenep.

Pihak YLBHI telah membantah bahwa acara bertajuk Asik Asik Aksi itu mengandung unsur komunisme. Meskipun demikian massa anonim tetap menekan agar acara tersebut dibubarkan. Kericuhan terjadi. Kkaca-kaca gedung YLBHI pun pecah karena lemparan batu dan botol.

Di sisi lain, Zulkifli juga meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membahas isu-isu yang sensitif. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara elemen masyarakat.

"Tapi saya juga minta masyarakat betul-betul harus bijak. Kalau isu-isu sensitif, tolong disampaikan dengan jelas, sehingga bisa dimengerti," kata Zulkifli.

Menurutnya, dengan demikian baik pihak penyelenggara maupun masyarakat dapat terhindar dari fitnah. Selain itu, kesalahpahaman pun dapat dihindari sehingga dapat diambil langkah-langkah yang tepat untuk menyikapinya. 

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau