Sorot

Potensi Bisnis Retail di Apartemen Meikarta

Kompas.com - 19/09/2017, 07:19 WIB


KompasProperti - Pembangunan kota mandiri Meikarta yang berada di Cikarang, Jawa Barat dinilai potensial bagi masyarakat urban. Buktinya, 130 ribu unit apartemen telah dipesan dari 200 ribu unit yang ditawarkan pada penjualan tahap pertama .

Kawasan hunian dan area komersial yang lengkap dengan berbagai fasilitas, mulai dari pusat perbelanjaan, pusat kesehatan, hingga institusi pendidikan berstandar internasional memang menarik bagi investor.

Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya mengatakan, ribuan pekerja di sejumlah kawasan industri Cikarang menjadi pasar potensial bagi Meikarta. Letaknya yang strategis juga menjadikan apartemen Meikarta semakin menarik sebagai produk investasi.

Baca: Perhatikan Lima Hal Ini Sebelum Investasi Properti

Beragam infrastruktur saat ini tengah dibangun pemerintah, seperti light rapid transit (LRT) Cawang - Bekasi Timur - Cikarang, proyek kereta cepat Jakarta - Bandung, pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek II, Bandara Internasional Kertajati, hingga pelabuhan Patimban  di Subang.

"Warga Meikarta dapat dengan mudah mencapai Bandara Internasional Kertajati yang terletak 115 kilometer, melalui jalan tol. Selain itu, aktivitas ekspor-impor bisa dilakukan melalui Pelabuhan Patimban yang terletak 60 kilometer dari Meikarta," kata Ketut di Menara Matahari Karawaci, Jumat (15/9/2017).

Dengan rampungnya pembangunan infrastruktur tersebut tentu bakal mempercepat laju perekonomian Cikarang dan sekitarnya. Maka, tak heran Meikarta menjadi investasi yang bernilai besar.

Baca juga: Investasi Properti Terbaik di Cikarang

Adapun fasilitas seperti shopping mall, pusat kebudayaan, rumah sakit, sarana pendidikan, hotel, perkantoran dan Central Park membuka peluang bisnis retail.

Sebut saja akan hadirnya shopping mall yang dalam hal ini menjadi penjual berkelas besar dengan barang dagangan makanan, minuman, pakaian hingga aksesoris.

Bagi yang memiliki modal cukup bisa juga membuka catalog showroom, mengingat penghuni apartemen kebanyakan kaum milenial yang sudah terbiasa dengan toko eceran seperti ini.

Suasana di Kantor Marketing Kota Baru Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOB Suasana di Kantor Marketing Kota Baru Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.

Kesempatan lainnya adalah dengan membuka toko swalayan yang menjual makanan ataupun obat-obatan dalam jumlah besar dengan harga yang rendah.

Dengan jumlah penghuni apartemen yang mencapai ribuan orang, maka pusat ritel Meikarta akan terlihat lebih besar dari Dubai.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau