Advertorial

29 Pebulutangkis Muda Siap Dididik di PB Djarum & Meraih Prestasi

Kompas.com - 20/09/2017, 14:22 WIB

Anak-anak dan remaja umumnya punya cita-cita atau ambisi untuk berprestasi di bidang yang disukainya dan mengharumkan nama bangsa. Bagi ke-29 pebulutangkis muda ini, ambisi tersebut bakal segera terwujud.

Berawal dari perjuangan keras di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017, atlet-atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia ini akhirnya berhasil memperoleh beasiswa bulutangkis untuk dibina di Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum. Melalui perkumpulan bulutangkis yang berdiri sejak tahun 1974 ini, kesempatan para calon atlet berusia 6 sampai 12 tahun ini untuk mencetak prestasi pun terbuka lebar.

Sebelumnya, para atlet muda tersebut mengikuti serangkaian tahap audisi. Tahap pertama, seleksi di delapan kota, yakni Pekanbaru, Banjarmasin, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Dari 4.058 peserta, ada 139 yang lolos seleksi.

Mereka yang lolos kemudian mengikuti seleksi tahap final, dan akhirnya 67 peserta berhasil lolos untuk mengikuti proses karantina yang berlangsung selama 5 hari, yakni mulai tanggal 11-15 September 2017. Fase ini merupakan tahap final yang menjadi penentu pemberian beasiswa.

Proses karantinanya sendiri diikuti oleh 67 peserta di dua GOR Djarum, yang terletak di Jati dan Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Puluhan pebulutangkis belia itu dilatih dan diseleksi oleh jajaran Tim Pelatih PB Djarum, di antaranya Fung Permadi, Rusmanto Djoko Semaun, Hastomo Arbi, Engga Setiawan, Nimas Rani Wijayanti, Roy Djojo Effendy, Sulaiman, Ellen Angelina, dan Ferry.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi mengatakan, pada tahap terakhir jelang pengumuman para atlet belia ini menunjukkan performa terbaiknya. Meski begitu, ia mengakui para peserta masih perlu memperbaiki sejumlah teknik permainan.

"Secara teknis maupun cara permainan memang perlu perbaikan. Tapi pada tahap akhir atau Grand Final, mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka sehingga sulit bagi kami untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa," tutur Fung, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (16/9/2017), melalui rilis yang diterima Kompas.com.

Fung menambahkan, selama karantina para atlet muda ini dan tim pelatih masih perlu melakukan penyesuaian. Terutama karena usia peserta yang masih begitu muda. Fung mengaku, penggemblengan atlet U11 di Indonesia masih jarang dilakukan.

"Tahun ini terbilang unik bagi kami di PB Djarum, karena adanya audisi U11 putra maupun putri. Kami harus melakukan penyesuaian terutama dalam sisi pengasuhan mereka, karena di Indonesia jarang ada penggemblengan atlet-atlet U11 yang masih muda belia," katanya.

Sebagai informasi, Audisi Umum Beasiswa Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 sendiri diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia. Kategori audisinya ada U11, yakni untuk atlet berusia 6-10 tahun atau kelahiran 2007 sampai 2011, serta kategori U13, yakni peserta dengan umur 11-12 tahun atau kelahiran 2005 sampai 2006.

Adapun, berikut daftar nama atlet yang berhasil meraih beasiswa bulutangkis PB Djarum:

Kategori U11 Putri

- Devira Angelica Pascoal (Kota Manado)

- Christabel Calista Purwanto (Kota Semarang)

- Atresia NaufaCandani (Solo)

- Allensya Anally Yullyana (Kabupaten Bandung)

- Angelita Magdalena Yusup (Kabupaten Bandung)

- Nurul Tetra Junia Br Matondang (Sumatera Utara)

- Fadillah Adia Mekah Rivai (Kota Kotamobagu)

- Gusti Ayu Komang Sanita Cinta (Kabupaten Buleleng)

- Hawa Kahla Humairoh (Kabupaten Wonosobo)

Kategori U13 Putri

- Agatri Wibowo (Kota Serang)

- Stephanie Cornelia Vanessa (Jawa Tengah)

- Melly Damai Setiani (Riau)

- Aura Ihza Aulia (Pati)

- Violeta Cahya Mayda (Kebumen)

- Nazura Trisyah (Kabupaten Aceh Barat)

Kategori U11 Putra

- Maharishiel Timotius Gain (KabupatenBanyumas)

- Calvin Kennedy Chendrawinata (Riau)

- Alga FauziHarfani (Kabupaten Kebumen)

- Billy Purwangsa (Bandung)

- Arga Rabbani Abyasa (Kabupaten Banyumas)

- Muhammad Rizki Mubarok (Solo)

Kategori U13 Putra

- Salman Nur Fauzi (Sukabumi)

- Michael Owen (Bandung)

- Alfonsus William (Kota Palembang)

- I Made Vemas Saifulihza Afrizal (Magelang)

- Zuhdi Fauzul Hakim (Kabupaten Demak)

- Dewangga Surya Negara (Kabupaten Boyolali)

- Muhammad Bangkit Satria Wibowo (Kota Semarang)

- Regzi Albert Tamahari (Kota Makassar)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau