Sorot

Apa yang Bakal Anda Alami Jika Pindah ke Meikarta?

Kompas.com - 22/09/2017, 11:14 WIB


KompasProperti - Tak perlu keliling dunia untuk melihat dunia. Inilah konsep dasar arsitektur gedung gedung pencakar langit dan suasana ruang ruang publik di Meikarta.

Puluhan arsitek dari berbagai negara dikerahkan untuk merancang Meikarta untuk mewujudkan berbagai wajah dunia modern dari belahan bumi berbeda. Ada wajah Asia, Eropa, dan Amerika.

Penghuni apartemen Asia misalnya, cukup berjalan kaki bila ingin menikmati  suasana Amerika untuk sekadar ngopi di kafe, makan di restoran, atau duduk duduk di ruang terbuka.

Perbedaan suasana tersebut sengaja dirancang agar hidup di Meikarta terasa lebih dinamis, tidak monoton. Para penghuni Meikarta bisa memiliki lebih banyak pilihan untuk menghabiskan waktu sesuai suasana hati atau pikiran mereka.

Baca: Investasi Properti Terbaik di Cikarang

Untuk itu, Lippo Group menganggarkan Rp 278 triliun. Targetnya, menjadikan Meikarta pemukiman yang tak hanya nyaman dan aman, namun juga terindah dan terlengkap bahkan Asia.  Dengan demikian, pembeli tak hanya membeli hunian tapi juga lingkungan yang sesuai dengan impiannya.

Demikian megahnya rencana pembangunan Meikarta di Cikarang, hingga sejumlah jaringan hotel termewah di dunia telah menyatakan siap untuk membangun hotel di kota mandiri itu.

Salah satunya adalah Langham, jaringan  hotel mewah berbintang lima dari Inggris. Langham bahkan telah meneken perjanjian kerjasama untuk membangun hotel di Meikarta.

Hotel-hotel mewah berkelas dunia tersebut paham betul bahwa Meikarta adalah sebuah pemukiman berstandar dunia yang juga diminati oleh para ekspatriat dari berbagai negara. Jaringan hotel seperti Langham tentu tak hanya tertarik pada arsitektur dan lansekap Meikarta, tapi juga pada kualitas material untuk membangun.

Baca juga: Apartemen di Kota Besar Tak Mesti Mahal

Selain itu, Langham tentu juga melihat bahwa banyak event nasional dan internasional akan digelar di Meikarta karena kemudahan akses dan kualitasnya sebagai sebuah pemukiman berstandar dunia. 

Ribuan orang akan terlibat dalam event tersebut dan banyak dari mereka membutuhkan hotel berkelas international untuk bermalam.

Reputasi Langham memang di atas rata rata hotel mewah bintang lima. Ketika pertama kali dibuka pada 1865, The Langham London adalah ‘Grand Hotel’ pertama di Eropa.  

Saat grand opening, Prince of Wales bahkan memuji Langham sebagai hotel di mana "kaum pria, wanita atau anak-anak dapat terpenuhi keinginannya di bawah satu atap.”

Kawasan Central Park di Meikarta, Cikarang Kawasan Central Park di Meikarta, Cikarang

Tak hanya kemewahan arsitektur, interior, dan pelayanan yang diandalkan untuk memuaskan para tamu. Langham juga menyajikan makanan berkelas dunia. Buktinya, pada 2013, tiga restoran Chinese food yang dioperasikan Langham memperoleh dua bintang dari Michelin.    

Meikarta memang juga didesain sebagai sebuah resort raksasa yang akan memenuhi kebutuhan hunian nyaman serta strategis tanpa meninggalkan keindahan kota.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau