Advertorial

Jalani Gaya Hidup Hemat Layaknya Miliarder Dunia

Kompas.com - 22/09/2017, 11:30 WIB

Hemat dan pelit dalam mengelola uang memang beda tipis. Meski begitu, perbedaannya sebenarnya nampak cukup jelas. Orang sukses dan kaya di dunia tahu betul perbedaan itu. Hal itu terlihat dari cara hidup mereka sehari-hari.

Contohnya bisa dipelajari dari Mark Zuckerberg, Bill Gates, atau Warren Buffet. Ketiganya tidak pernah pindah rumah selama 30 tahun terakhir. Beberapa miliarder dunia juga tak pernah ragu menggunakan penerbangan ekonomi atau menumpang transportasi umum untuk pergi ke kantor.

Menjalani gaya hidup demikian, bukan berarti mereka pelit. Mereka tidak akan berpikir dua kali untuk investasi dan untuk kebutuhan masa depan. Mereka juga tak berpikir dua kali untuk menyumbang pada kegiatan-kegiatan sosial.

Perbedaan paling mendasar dari hemat dan pelit sebenarnya adalah pola pikir seseorang dalam menghargai uang. Orang yang hemat berarti menjalani gaya hidup yang bisa memberi keuntungan sekaligus untuk belajar lebih menghargai uang yang didapat dengan susah payah. Sementara orang yang pelit cenderung menekan pengeluaran seminim mungkin agar uangnya tidak berkurang, sehingga akhirnya terus merasa miskin dan menurunkan kualitas hidup diri sendiri.

Jika Anda ingin menjalani gaya hidup hemat tapi tak pelit seperti miliarder dunia, mungkin langkah-langkah berikut patut dicoba.

Memilih barang murah tidak sama dengan hemat

Menjalani gaya hidup hemat berarti mesti membatasi pengeluaran. Biasanya ini dikaitkan dengan cara membeli barang. Harga murah kadang jadi patokan utama bagi seseorang untuk membeli barang, padahal kualitasnya belum tentu baik.

Cara ini sebenarnya tidak tepat bila tujuannya menjalani gaya hidup hemat. Untuk menghemat pengeluaran, justru sebenarnya seseorang perlu mempertimbangkan kualitas sebagai patokan pertama. Tak apa jika harganya lebih mahal namun sesuai kebutuhan dan sekiranya dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Nongkrong seperlunya

Menerapkan gaya hidup hemat bisa dimulai dari mengurangi frekuensi nongkrong di kafe, bioskop, atau mal. Secara tidak sadar, hal ini akan membuat seseorang “merdeka” secara finansial. Artinya, setiap pekan tak perlu ada tuntutan pengeluaran “receh” untuk jajan-jajan hal yang sebetulnya tidak diperlukan.

Hemat bisa membuat kreatif

Berhemat juga bisa membuatmu lebih kreatif. Jika sedang mempersiapkan pernikahan namun anggaran minim, tanpa sadar kamu akan bisa lebih kreatif mencari alternatif untuk mewujudkan pernikahan impian. Kamu juga lebih kreatif mencari sumber dana tambahan.

Sumber: Smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau