Sorot

Poros Jakarta-Bandung Bakal Diperkuat Kota Mandiri Meikarta

Kompas.com - 24/09/2017, 19:06 WIB

KompasProperti - Cikarang adalah sebuah kota di Kabupaten Bekasi yang terletak 34 km sebelah timur Jakarta. Dijuluki sebagai kota industri terbesar se-Asia Tenggara, Cikarang telah menjadi kawasan tujuan investasi potensial.

Kawasan industri Cikarang sangatlah potensial karena memiliki 2.125 unit pabrik yang berasal dari 25 negara. Kawasan tersebut mampu menyumbang sebesar 34,46 persen PMA Nasional serta 22-45 persen volume ekspor nasional.

Pada 2008, omset kawasan industri ini mencapai 35 miliar dollar AS dan 70 persen di antaranya untuk pasar ekspor.

Saat ini, ada tujuh kawasan industri yang berada di Cikarang yakni kawasan industri MM2100, Delta Silicon I, EJIP, BIIE, Jababeka I, Jababeka II, dan Delta Silicon II. Kawasan industri di kota Delta Mas dan Delta Silicon II yang berada di bawah grup Lippo.

Baca: Bakal Ada Jakarta Baru Dekat Kawasan Industri Cikarang

Keberadaan kawasan-kawasan industri tersebut secara tidak langsung memantik peningkatan permintaan hunian yang aman serta strategis bagi ratusan ribu karyawan di dalamnya.

Lippo Group membangun kota mandiri Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Rencananya, 200 ribu unit apartemen dibangun pada tahap pertama.

Kota modern itu diharapkan akan menjadi solusi untuk mengurangi beban kota Jakarta dalam banyak aspek, seperti kepadatan lalu lintas, pergerakan manusia, tata ruang, dan sebagai pusat ekonomi baru.

Pemerintah bahkan bisa merelokasi kementerian atau lembaga ke Meikarta, menyusul mencuatnya kembali wacana pemindahan ibu kota ke luar Jakarta.

Baca juga: Tetangga Jakarta yang Prospektif Jadi Ibukota

Selain Jakarta, Meikarta juga berpotensi mengurangi beban Bandung, karena Meikarta dilewati lintasan rel kereta cepat Jakarta-Bandung, kereta layang LRT dan MRT, pelabuhan laut dalam Patimban di Subang, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, dan jalan tol Jakarta – Cikampek elevated.

Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya mengatakan, pembangunan kota modern baru berskala internasional Meikarta dengan investasi Rp 278 trilliun ini pun bakal menjadi kota raksasa modern dan terlengkap di Asia Tenggara dan akan menyerupai Senzhen, Tiongkok.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau