Belakangan ini Inovasi dan kreativitas berbasis digital digadang-gadang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Banyak pihak yang melakukan berbagai cara untuk menunjukkan dukungannya demi percepatan pertumbuhan ekonomi.
Seperti yang dilakukan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA), bank yang memiliki jargon “Senantiasa di Sisi Anda” ini memberikan dukungannya melalui gelaran IKF VI dengan tema “Elevating Creativity & Innovation Through Digital Collaboration”.
Dalam forum Kafe BCA VII baru-baru ini, Direktur BCA Henry Koenaifi mengungkap bahwa inovasi dan kreativitas merupakan tulang punggung dalam mendirikan usaha berbasis digital. Setiap orang bisa menjadi pelaku usaha rintisan berbasis digital dengan mengandalkan kemudahan dan kemutakhiran perkembangan teknologi saat ini, tetapi tak semua orang punya ide bisnis yang bisa memberi nilai tambah dan keuntungan ekonomis untuk kesinambungan usaha.
“Perkembangan usaha rintisan sangat berkembang pesat belakangan ini dan BCA ingin agar tiap orang punya ide, inisiatif, inovasi, dan kreativitas untuk memanfaatkan perkembangan teknologi demi menjadi pengusaha. Motivasi ini membuat BCA menggelar IKF VI sebagai ajang bagi korporasi dan startup mengembangkan bisnis melalui kolaborasi dan kemitraan di bidang teknologi,” ujar Henry.
Henry menambahkan, dari sisi perbankan, BCA selalu berinovasi meluncurkan berbagai solusi dan layanan perbankan berbasis digital yang memberi kemudahan pelayanan dan transaksi pada nasabah. Hal tersebut tentunya demi memberi pelayanan terbaik pada nasabah sesuai perkembangan saat ini.
“Era makin berubah ke arah digital, dan BCA siap menjemput perubahan ini dengan mengeluarkan berbagai produk layanan berbasis teknologi yang memungkinkan nasabah menggunakannya secara aman dan nyaman” kata dia.
Senior Executive Vice President of Strategic Information Technology BCA Hermawan Thendean mengatakan, pesatnya pertumbuhan pelaku financial technology (fintech) ataupun e-commerce memunculkan kebutuhan masyarakat pada layanan informasi dan transaksi keuangan perbankan.
Sebagai contoh dalam prakteknya, pelaku fintech ataupun e-commerce membutuhkan konektivitas sistem yang solid dengan dunia perbankan agar transaksi pembayaran pengguna aplikasi atau situs mereka dapat berjalan dengan lancar.
“Kami sudah meluncurkan Application Program Interface (API BCA) yang memungkinkan para pelaku fintech ataupun e-commerce dapat terkoneksi dengan layanan perbankan BCA. Terdapat berbagai informasi yang dapat digunakan, seperti transfer, mutasi rekening, lokasi ATM, pembayaran sakuku, dan API lainnya demi menjawab kebutuhan dunia fintech saat ini,” katanya.
Berlanjut ke bagian kedua.
Sumber: smart-money.co