Advertorial

IKF VI Dukung Inovasi dan Kreativitas Berbasis Digital

Kompas.com - 25/09/2017, 20:04 WIB

Era digitalisasi sudah melekat ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat modern. Beragam kalangan tanpa memandang usia maupun jenis kelamin telah akrab dengan kecanggihan teknologi, melalui aplikasi, fitur, maupun layanan sehari-hari yang kian memudahkan pekerjaan dan membuat segalanya terasa efisien. Para pelaku usaha maupun regulator turut menentukan keberhasilan penerapan teknologi muktahir tersebut, termasuk industri perbankan. 

Dalam forum Kafe BCA VII yang diadakan di Breakout Area Menara PT Bank Central Asia (BCA), Direktur BCA Henry Koenaifi mengungkapkan inovasi dan kreativitas merupakan tulang punggung dalam mendirikan usaha berbasis digital. Setiap orang bisa saja menjadi pelaku usaha rintisan berbasis digital, dengan mengandalkan kemudahan dan kemutakhiran perkembangan teknologi saat ini. Namun, tidak semua memiliki ide bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan memberikan keuntungan ekonomis untuk kesinambungan usaha. 

Hadir pula dalam acara tersebut, pengamat ekonomi Faisal Basri, pelaku startup Indra Wiralaksmana (Country Head & Director Ninja Xpress), Rama Mamuaya (Founder & CEO DailySocial.id), dan Hermawan Thendean (Senior Executive Vice President of Strategic Information Technology BCA). 

Henry menambahkan, dari sisi perbankan, BCA juga senantiasa melakukan berbagai inovasi dalam solusi dan layanan perbankan berbasis digital yang memberikan kemudahan pelayanan dan transaksi kepada nasabah. Hal ini dilakukan semata-mata karena prioritas BCA adalah memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, sesuai dengan perkembangan saat ini.

“Era makin berubah ke arah digital, dan BCA siap menjemput perubahan ini dengan mengeluarkan berbagai produk layanan berbasis teknologi yang memungkinkan nasabah menggunakannya secara aman dan nyaman,” kata dia.

Pesatnya pertumbuhan pelaku financial technology (fintech) ataupun e-commerce telah memunculkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi dan transaksi keuangan perbankan. Sebagai contoh dalam praktiknya, pelaku fintech ataupun e-commerce membutuhkan konektivitas sistem yang solid dengan dunia perbankan agar transaksi pembayaran pengguna aplikasi atau situs mereka dapat berjalan dengan lancar.

Untuk startup, berlandaskan catatan Center for Human Genetic Research (CHGR), pada 2016 Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah startup tertinggi di Asia Tenggara, yakni 2.000-an. Pada 2020, diperkirakan startup tumbuh mencapai 13.000.

Bank Indonesia menegaskan, selama 2016, para pengguna jasa perdagangan daring atau e-commerce tersebut telah membelanjakan 5,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 75 triliun. Atau jika dibagi per individu pengguna e-commerce di Indonesia rata-rata membelanjakan Rp 3 juta per tahun.

“Beberapa fakta-fakta tersebut yang mendorong BCA mengangkat tema Elevating Creativity & Innovation Through Digital Collaboration dalam pelaksanaan Indonesia Knowledge Forum  (IKF) VI. Dalam pelaksanaan pesta akbar pengetahuan yang diharapkan menjadi One Stop Knowledge Solution ini, BCA akan menghadirkan serangkaian expo dan exhibition yang diikuti oleh exhibitor berupa startup dan penyedia pengetahuan teknologi terpilih. Tujuannya memberikan inspirasi dan pengetahuan untuk memajukan dunia usaha Indonesia,” ujar Henry.

IKF VI yang akan diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2017 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta ini akan menghadirkan Rudiantara* selaku Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sebagai keynote speaker.

Selama dua hari, sebanyak 23 pembicara yang kompeten di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri, akan turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu, pengalaman serta inspirasi dalam mengembangkan dunia bisnis berbasis digital.

Di antaranya Pengamat Ekonomi Faisal Basri, CEO PT McKinsey Indonesia Philia Wibowo*, Celebrity Investor Ashraf Sinclair, Founder and Managing of Kejora Group Sebastian Togelang, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan* yang akan memberikan inspiring closing speech pada akhir penyelenggaraan kegiatan. Informasi lebih lanjut terkait kegiatan IKF dapat mengunjungi www.bcalearningservice.com

*dalam konfirmasi

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau