Sorot

Gedung Pertunjukan Meikarta Siap Gelar Pentas Seni Akbar

Kompas.com - 26/09/2017, 07:51 WIB

KompasProperti - Pada Agustus 2017 lalu, gelaran kolosal Tari Saman di Stadion Seribu Bukit di Kecamatan Blang Kejren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh memecahkan rekor Musesum Rekor Indonesia (MURI).

Saman merupakan tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting. Syair yang mengiringi Tari Saman mempergunakan Bahasa Gayo.

Saat pertama diinisasi, acara tersebut hanya melibatkan 10.001 penari. Namun, saat penghitungan oleh MURI total penari disebutkan mencapai 12.262 orang.

Menurut MURI, tarian tersebut memecahkan rekor tarian kolosal dengan penari terbanyak di dunia. Pada 2014, rekor serupa hanya diikuti 5.057 penari.

Baca: Tari Saman dengan 12.262 Penari Pecahkan Rekor MURI

Tari Saman ditarikan oleh penari laki-laki, yang datang dari empat kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Timur. Mereka berasal dari 11 kecamatan dan 145 desa di provinsi itu.

Bukan tak mungkin Tari Saman dengan ribuan penari ditampilkan di kota baru Meikarta. Tak hanya membangun apartemen yang dilengkapi dengan shopping mall, sekolah dan kampus, pusat riset, rumah sakit, stadion olahraga, pusat bisnis dan finansial, Lippo Group juga akan membangun gedung opera dan teater.

Gedung pertunjukan berkelas internasional itu bisa memfasilitasi pertunjukan seni tradisional maupun modern untuk bisa dinikmati ribuan penonton.

Baca juga: Cikarang Segera Punya International Convention Center

Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya mengatakan, akses untuk menuju ke tempat tersebut juga mudah. Seperti, Bandara Internasional Kertajati yang akan segera selesai pada 2018, yang berada hanya 115 kilometer dari Meikarta.

Proyek berikutnya yang disiapkan pemerintah adalah kereta cepat Jakarta-Bandung. Posisi Meikarta yang berada di antara Jakarta dan Bandung menjadi begitu strategis. Masyarakat dari Jakarta maupun Bandung bisa mencapai gedung pertunjukan di Meikarta dalam waktu kurang dari 1 jam.

"Ada juga proyek light rail transit (LRT) Jabodebek yang dapat mempermudah orang untuk datang ke Meikarta dan sebaliknya," ujarnya.

Lippo juga menyiapkan automated people mover (APM) atau monorail yang akan melintas di tengah Meikarta dan menjadi penyambung semua kawasan industri di Cikarang.

Gerbong monorail buatan PT INKA.KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTI Gerbong monorail buatan PT INKA.

Untuk  mengatasi kemacetan yang terjadi di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek dengan membangun proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek II.

Berbagai infrastruktur tersebut akan mendukung mobilitas sekaligus meningkatkan potensi bisnis pertunjukan di kota mandiri Meikarta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau