Sorot

Apartemen di Cikarang Ini Miliki Sejumlah Keunggulan

Kompas.com - 26/09/2017, 19:12 WIB

KompasProperti - Meikarta yang berlokasi di timur Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, memang digadang-gadang sebagai "Jakarta Baru." Kota mandiri yang dekat dengan kawasan industri Cikarang itu dikembangkan dengan berbagai inovasi.

Dalam membuka sebuah kota baru, tentunya dipersiapkan berbagai infrastruktur dan fasilitas umum yang nantinya dipergunakan oleh penghuni. Meikarta memang didesain berbeda dengan kota mandiri yang sudah ada di Indonesia. Penasaran?

Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya mengatakan, jalan di kota mandiri Meikarta didesain dengan '4 layers of coherent internal road network.' Jalur jalannya dibuat bertingkat sehingga kendaraan bisa bebas bergerak ke arah yang dituju tanpa harus terhalang kemacetan.

"Jalan untuk kendaraan dan pejalan kaki juga dibedakan sehingga seluruh pengguna jalan merasa nyaman dan terjamin keselamatannya," ujarnya.

Baca: Apartemen di Cikarang Ini Miliki Sistem Lalu Lintas Inovatif

Lebar jalan di Meikarta sengaja dirancang lebih dari lebar jalan lainnya. Jalan di sini memiliki right of way (ROW) 6 lane (30 meter), 8 lane (48 meter) dan 10 lane (60 meter). Dengan luas jalan yang demikian ini akan memudahkan pergerakan kendaraan saat berpapasan atau ketika berputar.

Lebar jalan sebuah kota dengan aturan yang dibuat sedemikian rupa, akan menjadikan penghuni yang tinggal menjadi mudah melakukan pergerakan. Kelancaran ini tentunya juga berpengaruh pada pergerakan ekonomi.  

Di Meikarta bakal ada  perpustakaan digital. Ini adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk format digital dan yang bisa diakses dengan komputer.

Jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro (microform dan microfiche), ataupun kumpulan kaset audio atau video.

Baca juga: Meikarta Siapkan Perpustakaan Lengkap dan Modern

Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer.

Perpustakaan itu akan menyediakan buku-buku, film, slide dan tentunya mudah diakses lewat jaringan komputer.

Foto udara kawasan Central Park di kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Meikarta telah membangun central park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Foto udara kawasan Central Park di kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Meikarta telah membangun central park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track.

Fasilitas umum lainnya berupa ruang terbuka hijau telah tersedia sebelum apartemen berdiri.

Central Park, sebuah taman seluas 100 hektar yang di tengahnya terdapat danau yang mampu menampung 300 ribu meter kubik air. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini dan jogging track.

Lippo Group sebagai pihak pengembang kota baru Meikarta tidak hanya sekadar meniru nama Central Park yang ada di New York, tapi konsepnya juga meniru taman besar itu.

Calon penghuni apartemen Meikarta yang datang ke Cikarang saat ini pun sudah bisa menikmati keindahan taman kota ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau