Advertorial

Menyadari Pentingnya Kontrasepsi untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Kompas.com - 26/09/2017, 20:01 WIB

Angka kelahiran dari kehamilan yang tidak dikehendaki di dunia masih sangat tinggi, yaitu mencapai 80 juta setiap tahunnya, dan hampir setengahnya berakhir dengan aborsi. Sebanyak 16 juta kelahiran tersebut datang dari wanita usia muda antara 15 sampai dengan 19 tahun. Padahal rentang usia tersebut memiliki risiko yang tinggi untuk melahirkan.

Di Indonesia sendiri menurut data yang didapat dari BKKBN pada tahun 2016 terdapat sebanyak 4 juta kelahiran setiap tahunnya. Angka ini ini setara dengan penduduk Singapura.

Fakta tingginya angka kehamilan dan kelahiran yang tidak dikehendaki ini mengingatkan kita betapa pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan keluarga berencana dengan tujuan menurunkan angka kehamilan yang tidak diinginkan. Kesadaran ini dengan sendirinya juga akan menurunkan angka aborsi, menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta mewujudkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan bagi wanita, anak-anak dan keluarga.

Pada momentum peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 September, Kontrasepsi Andalan menggelar acara #ThanksToBirthPlanning yang bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan arti pentingnya penggunaan kontrasepsi. Ditemui dalam acara ini, GM Family Planning & Reproductive Health DKT Indonesia Aditya Anugrah Putra yang juga membawahi Kontrasepsi Andalan menjelaskan bahwa kontrasepsi memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi jumlah aborsi, kematian bayi, dan juga kematian ibu.

“Setiap 1 dolar yang diinvestasikan untuk kontrasepsi berdampak pada berkurangnya jumlah angka kematian ibu melahirkan, dan juga angka kematian bayi yang baru lahir,” jelas Aditya.

Aditya melanjutkan bahwa penelitian juga telah menunjukkan bahwa kontrasepsi merupakan alat investasi kesehatan yang paling sederhana dalam Keluarga Berencana untuk menyelamatkan kehidupan dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

“Pada skala global, kontrasepsi memainkan peran lintas sektor terpenting dalam memberikan kontribusi terbanyak bagi tujuan pembangunan berkelanjutan jangka panjang,“ pungkasnya.

Kontrasepsi juga bermanfaat untuk kesehatan wanita

Kendala penggunaan kontrasepsi di Indonesia adalah masih banyaknya mitos serta miskonsepsi mengenai penggunaan kontrasepsi yang beredar di masyarakat, padahal banyak mitos yang dipercayai salah.

Bahkan kontrasepsi yang ada sekarang malah juga memberikan manfaat bagi kesehatan wanita.

Ditemui di acara yang sama, spesialis kandungan Brawijaya Women & Children Hospital dr Tirsa Verani Sp.OG memberikan tanggapan bahwa Kontrasepsi memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan emosional seorang wanita.

“Kontrasepsi memungkinkan wanita menjadi orang tua yang lebih baik, Pasangan yang merencanakan anaknya cenderung lebih berbahagia. Sementara pasangan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan, sering mudah depresi dan cemas,” jelasnya.

Lebih lanjut, tambah dr Tirsa, mereka yang tidak siap menjadi orang tua lebih cenderung mengembangkan hubungan buruk dengan anak mereka. Selain itu pula, kehamilan dengan jarak yang berdekatan juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat lebih rendah.

“Seiring dengan kemajuan riset dan kebutuhan wanita masa kini, kontrasepsi generasi baru diciptakan dengan memberi nilai lebih. Ada yang memiliki kandungan zat besi, dapat membantu mencegah jerawat, membuat kulit halus, serta berbagai manfaat kecantikan lainnya. Sehingga semakin menambah kualitas bagi penggunanya” Tutup dr Tirsa.

Melalui program Pilihanku, Kontrasepsi Andalan memiliki misi untuk meningkatkan wawasan kontrasepsi masyarakat Indonesia dengan menyediakan beragam pilihan metode alat kontrasepsi, termasuk ragam IUD dan Implan.

Kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan Implan merupakan pilihan kontrasepsi yang cocok digunakan bagi pasangan muda karena efektif mencegah kehamilan hingga rata-rata lima tahun.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau