Advertorial

Touring Keliling Indonesia Tidak Lengkap Kalau Hanya Tetap di Jalan Raya

Kompas.com - 26/09/2017, 20:22 WIB

Indonesia memang selalu menarik untuk dijelajahi. Bukan hanya tempat-tempat wisata dan keindahan alamnya saja, masyarakat dan budaya yang ditemui sepanjang perjalanan juta menjadi daya tarik tersendiri.

Memang, Indonesia memiliki 740 suku atau etnis dengan 583 bahasa dan dialeg dari 67 bahasa induk yang digunakan. Tidak seberapa jauh Anda bepergian dari tempat Anda sekarang saja, Anda sudah akan menemukan masyarakat dengan budaya, bahasa, dan logat yang berbeda.

Keberagaman tersebut adalah salah satu kekayaan Indonesia yang tidak ternilai.

Touring dengan motor bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk dapat merasakan keberagaman tersebut. Pertama Anda akan lebih fleksibel dalam memilih jalan, sehingga Anda dapat menembus jalan-jalan yang biasa dilalui oleh warga setempat dengan lebih mudah.

Tidak hanya itu, touring dengan motor juga membuat Anda lebih fleksibel untuk dapat berinteraksi dengan warga.

Keluar dari jalan raya

Rute yang dilalui ketika touring biasanya memalui jalan raya, jalan aspal yang dapat dilewati oleh kendaraan beroda dengan mudah. Dengan melalui jalan raya ini Anda sudah dapat menjelajahi Indonesia dari satu kota ke kota lainnya.

Namun kalau Anda tetap berada di jalan raya, anda akan melewatkan berbagai sisi eksotis Indonesia.

Karena itu, cobalah untuk keluar dari jalan raya dan menjelajahlah sampai ke desa-desa lebih jauh. Di sana Anda akan menemukan masyarakat dengan budaya dan bahasa yang lebih khas dibandingkan masyarakat yang Anda temui di perkotaan.

Keberagaman Indonesia akan semakin terasa apabila Anda dapat menjelajah lebih jauh.

Memang aksesnya tidak akan semudah mudah ketimbang Anda touring melewati jalan raya. Jalanan yang akan Anda temui tidak selalu mulus dan lebar. Bahkan bisa rusak, berbatu, atau bahkan belum di aspal.

Karena itu, apabila Anda berniat untuk menjelajah ke desa-desa yang berada di berbagai penjuru, sebaiknya Anda menggunakan motor yang didesain khusus untuk melakukan perjalanan offroad.

Motor tersebut biasanya disertai dengan ciri-ciri ban pacul, ground clearence yang tinggi, dan suspensi roda yang panjang. Kesemuanya itu memang menunjang untuk melewati jalanan offroad

-- -

Motor offroad tersebut biasanya dikenal dengan motor trail. Namun Anda tidak perlu merogoh kocek cukup dalam untuk membeli motor trail tersebut, karena Yamaha telah mengeluarkan produk yang mumpuni untuk dibawa ke medan berat, yaitu Yamaha All New Xride.

Sekilas motor ini memang terlihat seperti motor matik lainnya, yaitu motor matik yang nyaman digunakan untuk di perkotaan. Tetapi ketika handel gas di putar di medan offroad, kekuatan dan performa offroad dari motor ini akan keluar.

Motor yang dibuat oleh pabrikan dengan logo garpu tala ini terbukti telah berulang kali menaklukkan berbagai rute offroad di Bukit Hambalang.

Nah untuk kamu yang sudah punya Yamaha All New Xride, di momen HUT Indonesia ke-72 ini ayo geber motormu dan keluar dari jalan raya untuk menikmati indahnya keberagaman Indonesia.

Cari informasi lebih lanjut tentang seri terbaru dari Yamaha All New Xride hanya di sini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau