Advertorial

Menambah Jaringan Fiber Optic Demi Kurangi Kesenjangan Digital di Indonesia

Kompas.com - 02/10/2017, 09:33 WIB

Perkembangan era digital melahirkan jenis-jenis pekerjaan baru. Kini, profesi yang namanya diperhitungkan bukan lagi hanya dokter, pilot, polisi, sekretaris, atau akuntan, tetapi juga IT developer, social media specialist, digital content writer, sampai YouTuber.

Semua pekerjaan yang bergerak di ranah digital ini menjanjikan prospek yang tak kalah cerah. Dengan kehadiran lapangan pekerjaan baru ini, anak muda jadi punya lebih banyak pilihan. Di sisi lain, hal ini juga menuntut anak muda untuk mengembangkan keterampilannya.

Itu sebabnya, anak muda di seluruh penjuru tanah air perlu mendapat akses yang baik untuk terus menambah wawasannya, untuk terus mengetahui perkembangan dunia dan mempelajari hal baru. Artinya, generasi millenial mesti terus terkoneksi dengan buku dan akses internet yang layak, di manapun mereka tinggal.

Koneksi internet yang cepat terutama, saat ini menjadi kebutuhan pokok yang mendukung gaya hidup masyarakat masa kini  yang dinamis dan dituntut cepat beradaptasi dengan perkembangan dunia. Perluasan jaringan internet pun menjadi agenda utama penyedia layanan internet.

Biznet contohnya, saat ini tengah berupaya menghadirkan layanan internet ke lebih banyak daerah di Indonesia. Sebelumnya, sebagai informasi, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan multimedia yang berdiri sejak tahun 2000 ini, sampai sekarang telah memiliki lebih dari 20.000 kilometer kaber Fiber Optic dan lebih dari 450.000 homepass di lebih dari 100 kota di pulau Jawa, Sumatera, dan Batam.

Biznet juga membuka jaringan internasional dengan menggunakan kabelnya sendiri, yakni Biznet Fiber Jawa Bangka Batam Singapore dengan kapasitas maksimal di 1.6 Tbps.

Di hari jadinya yang ke-17, yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2017, Biznet berkomitmen membangun infrastruktur modern demi mengurangi kesenjangan digital di Indonesia, dan di antara negara berkembang lainnya.

Rencananya, pada Juni 2018 mendatang, Biznet bakal memperluas jaringan di sejumlah kota. Adapun kota-kota tersebut adalah Garut, Tasikmalaya, dan Banjar di Jawa Barat; Pati, Jepara, Purwodadi, Cepu, Cilacap, Kebumen, dan Purworejo di Jawa Tengah; Bojonegoro, Babat, Lamongan, Gresik, Turen, Pasuruan, Kraksaan, Paiton, Besuki, Bondowoso, Situbondo di Jawa Timur; dan Amlapura - Karangasem, Semarapura - Klungkung, Bangli, dan Gianyar di Bali.

Selain itu, untuk layanan bisnis, Biznet menyediakan layanan internet bagi perusahaan besar dan UKM. Khusus untuk industri pendidikan dan kesehatan, Biznet menghadirkan layanan internet dengan harga khusus, melalui produk Biznet Educationnet dan Biznet Healthnet.

Untuk layanan internet perumahan dan apartemen sendiri, Biznet punya paket Biznet Home Internet dan Biznet Cable TV yang hanya tersedia di kota-kota tertentu, dengan harga mulai Rp 240.000 per bulan.

Biznet juga memiliki pusat data terbesar di Indonesia yaitu Biznet Technovillage yang berada di Cimanggis - Jawa Barat dengan total luas 17.000 meter persegi dan standar Tier-3. Untuk perusahaan yang memerlukan layanan Cloud Computing, Biznet menyediakan layanan Biznet Gio Cloud.

Sesuai dengan jargon yang dibawanya, Connecting Indonesia, Biznet terus memperluas jaringan dan layanan ke kota-kota kecil dan menengah di Indonesia. Ketahui informasi lengkap mengenai layanan Biznet yang tersedia, dengan menghubungi nomor 1500988, atau email sales@biznetnetworks.com. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi kantor terdekat Biznet terdekat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau