Advertorial

ORI 014, Pilihan Baru Untuk Hindari Investasi Bodong

Kompas.com - 02/10/2017, 09:46 WIB

Tak habis-habis cara pelaku investasi bodong menjebak korbannya. Belakangan ini saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap beberapa modus baru, mulai dari menawarkan imbal hasil tinggi tanpa risiko, sampai menduplikasi halaman website perusahaan untuk menaklukkan calon korban.

Melihat modus-modus seperti ini, banyak orang jadi ragu berinvestasi. Sebab, terkadang sulit membedakan, mana yang penipuan, mana yang bukan. Meski begitu, untuk tetap berinvestasi dengan terhindar dari aksi tipu-tipu, orang bisa pilih berinvestasi di Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 014.

ORI merupakan obligasi negara yang dijual kepada perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI) melalui agen penjual di Pasar Perdana. Untuk selanjutnya dapat diperdagangkan secara bebas di Pasar Sekunder.

Dana dari penerbitan ORI ini akan digunakan untuk membiayai berbagai pembangunan di Indonesia. Lalu seberapa aman berinvestasi di ORI? ORI sendiri diterbitkan oleh pemerintah. Sementara, kondisi perekonomian Indonesia terbilang kuat, bahkan diprediksi masuk dalam lima besar dunia pada tahun 2030. Berdasarkan hal ini, kemungkinan negara gagal bayar terbilang kecil.

Lantas, apa keuntungan yang dijanjikan dari berinvestasi di ORI? Pertama, lebih aman dari risiko. Kedua, investor bisa turut serta membangun negara. Ketiga, kupon yang lebih tinggi dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo. Plus, kupon dibayarkan secara bulanan, likuid, dan berpotensi mendatangkan capital gain.

Capital gain bisa diperoleh dengan menjual ORI di atas harga pembelian. Sebab, ORI memiliki banyak peminat, sehingga nampaknya tidak sulit untuk menjualnya di pasar sekunder. Namun, pembeli baru bisa menjualnya di pasar sekunder setelah 15 Desember 2017.

Tahun ini, pemerintah menawarkan kupon ORI 014 secara resmi sejak tanggal 29 September hingga 19 Oktober 2017 dengan tingkat kupon sebesar 5,85 persen per tahun (gross). Masa jatuh tempo instrumen investasi ini sampai 15 Oktober 2020 dan dapat dibeli dengan minimum pemesanan Rp 5 juta, dengan pembelian kelipatan Rp 5 juta. Pembelian maksimumnya sampai Rp 3 miliar per investor.

Bila tertarik terjun ke investasi ORI, caranya datang ke BCA Prioritas atau Kantor Cabang Utama (KCU) BCA, lalu isi formulir pemesanan ORI. Lampirkan juga fotokopi KTP dan buka rekening efek di BCA.

Bila Anda membeli rekening ORI 014, Anda berkesempatan mendapat cashback hingga 0,05 persen. Selain itu, terbebas dari biaya pembukaan Rekening Efek, biaya penyimpanan sampai dengan jatuh tempo, biaya transfer kupon per bulan, dan biaya pengiriman surat konfirmasi untuk transaksi jual beli.

Menariknya, ORI 014 yang Anda beli di BCA bisa digunakan pula sebagai Agunan Kredit Lokal, Time Loan Revolving, Installment Loan, dan Personal Loan. ORI 014 juga dapat diperjualbelikan di BCA Prioritas atau KCU BCA.

Dengan jaringan luas BCA Prioritas dan KCU serta telah terkomputerisasi dengan baik, transaksi jual beli dapat dilakukan dengan cepat. Biaya transaksi jual beli terbilang kompetitif, hanya Rp 25 ribu per transaksi.

Sumber: Website BCA Prioritas

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau