Sorot

Meikarta Menarik Perhatian Dunia

Kompas.com - 04/10/2017, 11:17 WIB

KompasProperti - Ribuan perusahaan multinasional akan membanjiri Indonesia dan dua juta pekerja akan ditampung, demikian ulasan tentang Meikarta oleh berbagai media besar Eropa dan Amerika seperti Reuters, Bloomberg, Financial Times, Nasdaq, Dow Jones, Der Spiegel, dan Business Insider.

Media-media ternama tersebut percaya, gedung-gedung pencakar langit di Meikarta akan menjadi pusat kendali dan administrasi perusahaan-perusahaan yang datang dari berbagai belahan bumi itu.

Bagi mereka, tinggal tunggu beberapa tahun saja bagi Meikarta untuk mejadi sebuah central business district (CBD) paling strategis di Indonesia.  

Dalam perhitungan Lippo Group, keberadaan Meikarta akan mempercepat kehadiran sekitar 4.000 perusahaan di Cikarang. Selain Meikarta, perusahaan-perusahaan tersebut juga mengincar Lippo City Cikarang.

Foto udara kawasan Central Park di kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Meikarta telah membangun central park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Foto udara kawasan Central Park di kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Meikarta telah membangun central park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track.

Seribu lebih perusahaan industry manufaktur telah beroperasi di Lippo City Cikarang. Sekitar 60 persen di antaranya berasal dari Jepang, seperti Mitsubishi dan Toyota.

Secara keseluruhan, 7 kawasan industri di sekitar Meikarta setiap tahun  memproduksi sekitar satu juta mobil dan 10 juta kendaraan bermotor roda dua. Produksi lainnya dihasilkan oleh industri elektronik, suku cadang otomotif, farmasi, peralatan rumah tangga dan lain lain.

Merealisasikan percepatan pembangunan Meikarta kini memang terbuka lebar. Pemerintah telah memutuskan untuk bekerja habis-habisan membabat jalur birokrasi yang sudah lama menjadi penghambat investasi.

Paket-paket deregulasi ekonomi akan digulirkan oleh pemerintah secara terus menerus. Hingga kini 16 paket deregulasi telah digulirkan dan pemerintah belum menjelaskan sampai berapa paket lagi akan menyusul.

Baca: Kamis, jokowi Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi ke-XVI

Presiden RI Joko Widodo hanya menyatakan, deregulasi akan terus digulirkan sampai Indonesia menjadi negara papan atas dalam peringkat Kemudahan Berbinis , yang setiap tahun dirilis oleh Bank Dunia.    

Tahun ini, Standar&Poor juga telah memasukkan Indonesia dalam peringkat BBB-investment grade dengan outlook stabil. Dengan predikat tersebut tentu saja membuat para investor lebih bergairah untuk berkiprah di Indonesia, khususnya di Meikarta.

Meikarta memang dirancang untuk memperlancar pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menguasai separuh produk domestik bruto (PDB) Asean. Sejak 2010, menurut Bank Dunia, perekonomian Indonesia bahkan telah masuk peringkat 10 terbesar di dunia.

“Cerahnya masa depan Meikarta juga disebabkan oleh lokasinya yang berada di jantung perekonomian nasional,” kata CEO Lippo Group James Riady.

Rencana pelebaran jalan di Tol Jakarta Cikampek dalam rangka pembangunan Jakarta-Cikampek II (Elevated).PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek Rencana pelebaran jalan di Tol Jakarta Cikampek dalam rangka pembangunan Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Pada koridor Jakarta-Botabek-Bandung, kata dia, 60 perekonomian nasional dihasilkan. Berdasarkan data-data statitik yang ada, sekitar 70 persen dari pekonomian koridor ini dihasilkan di  Bekasi.  

Meikarta dikelilingi oleh beberapa kota mandiri baru seperti Cikarang, Jababeka, and MM2100. Selain itu, kota baru itu terletak dekat dengan kawasan industri Cikarang yang menghasilkan berbagai barang elektronik, suku cadang otomotif, farmasi, kimia dan lain lain.

Tak lama lagi, semua kawasan ini akan dihubungkan dengan monorail yang berpusat di Meikarta.   

Tak kalah pentingnya adalah kenyataan bahwa Meikarta berada di jalur tercepat menuju pelabuhan laut dalam Patimban di Subang dan bandara internasional Kertajati di Majalengka yang beberapa tahun lagi akan mulai beroperasi.

Kendaraan melintas di samping proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Pengerjaan proyek pembangunan LRT Jabodetabek yang meliputi tiga rute, yaitu  rute Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km telah mencapai 37 persen, rute Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,1 km telah mencapai 17 persen sementara rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km baru mencapai tiga persen. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/17.ANTARA FOTO/Aprillio Akbar Kendaraan melintas di samping proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Pengerjaan proyek pembangunan LRT Jabodetabek yang meliputi tiga rute, yaitu rute Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km telah mencapai 37 persen, rute Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,1 km telah mencapai 17 persen sementara rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km baru mencapai tiga persen. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/17.

Warga apartemen Meikarta akan mudah menjangkau Light Rail Transit (LRT) Cawang-Bekasi Timur-Cikarang, jalan tol layang Jakarta-Cikampek, dan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung.

Kota mandiri Meikarta lebih dari sekadar sebuah pemukiman yang ideal, melainkan juga mesin pertumbuhan ekonomi nasional, yang membawa harapan baru bagi jutaan orang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau