Advertorial

Sisi Lain Chrisye yang Tak Terungkap di Layar Kaca

Kompas.com - 04/10/2017, 11:31 WIB

Satu dekade sudah almarhum Chrisye berpulang. Namun, kenangan tentang sosok penyanyi pria bersuara lembut ini tidak akan ada habisnya. Lagu-lagunya, seperti “Untukku”, “Aku Cinta Dia”, “Lilin-lilin Kecil”, “Anak Sekolah”, dan “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”, disukai dari generasi ke generasi. Mungkin dari orangtua Anda, sampai Anda sendiri tahu, bahkan ikut menyenandungkan lagu-lagu tersebut saat diputar di radio.

Sosok pria beranak dua ini begitu dicintai. Bukan hanya karena karya-karya briliannya, tetapi juga kejujuran dan kesahajaannya. Anda yang mengidolakan sosoknya pasti tahu, betapa kikuknya almarhum Chrisye saat menari di atas panggung. Namun hal itu tidak pernah menjadi celaan, toh, lirik dan aransemen musik dalam lagu-lagunya selalu apik dan sukses memikat hati pendengarnya.

Boleh jadi, Anda yang penggemar Chrisye tahu dan punya semua album plus daftar lagunya. Atau mungkin tak pernah ketinggalan menonton konser sampai berjabat tangan langsung dengannya.

Namun, mungkin juga Anda belum kenal sosok Chrisye yang sebenarnya. Sosok Chrisye sebagai pria yang berjuang mewujudkan cita-citanya, kepala keluarga, dan pria yang juga banyak berpikir soal spiritualitas. Tentu saja, hal-hal ini tak bisa Anda lihat dari penampilannya di atas panggung atau layar kaca.

Bagi penyanyi bernama asli Christian Rahadi ini, menjadi seniman bukanlah perkara mudah. Semasa muda, rupanya ia perlu berjibaku untuk melahirkan karya musik dan puluhan album, dengan menentang kemauan ayahnya. Cita-cita Chrisye menjadi musisi harus berbenturan dengan keinginan sang ayah, yakni menjadikan anaknya sebagai Insinyur.

Tak banyak yang tahu soal kisah ini. Pasalnya, almarhum Chrisye memang dikenal tertutup soal kehidupan pribadinya kepada media. Namun, penggalan kisah tersebut bisa Anda saksikan di film Chrisye, yang disutradarai Rizal Mantovani dan ditulis oleh Alim Sudio.

Film ini banyak bercerita tentang sosok Chrisye di balik layar kaca, mengenai kasihnya kepada keluarga, perjuangannya meniti karier sebagai musisi, sampai mencari dan mempertahankan keyakinan jiwanya. Kisah cinta bersama sang istri, Damayanti Noor, pun diungkap dalam film ini.

Sosok Chrisye diperankan oleh Vino G. Bastian dan Damayanti Noor diperankan oleh Velove Vexia. "Film itu menceritakan tentang kehidupan saya dan Chrisye, mulai menjabarkan sebuah kejadian Chrisye yang berubah. Chrisye itu terlalu tertutup ketika hidup, makanya kehidupan pribadinya sama sekali tidak ada di media paling kalau ada cuma sedikit," kata Yanti saat ditemui Kompas.com pada pada peluncuran poster dan trailer film Chrisye di Hotel Fairmont, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

Film yang diproduksi MNC Pictures ini akan dirilis bulan Desember 2017. Boleh jadi, film ini menjadi sarana yang tepat untuk mengenal sosok Chrisye lebih dalam, sosok Chrisye yang “family man”, dan tak kikuk seperti saat tampil di atas panggung.  

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau