Advertorial

Evolusi SUV di Indonesia

Kompas.com - 04/10/2017, 17:36 WIB

Jakarta, KompasOtomotif - Selain kapasitas lapang, konsumen Indonesia juga suka dengan karakter kendaraan yang tangguh dan mampu melahap berbagai medan layaknya Sport Utility Vehicle (SUV). Kondisi ini dibuktikan dengan banyaknya peminat SUV sejak era 1990-an di Tanah Air.

Namun seiring perkembangan teknologi terjadi pergeseran. Selera konsumen mulai berubah, mereka tidak hanya membutuhkan SUV yang tangguh, tapi juga modern, terutama bagi kalangan masyarakan yang tinggal di perkotaan. 

Pergeseran tren erat kaitannya dengan perubahan desain dari SUV. Bila diperhatikan, bentuknya kini makin meninggalkan kesan kota dan kaku, bahkan dengan selera konsumen yang beragam sampai-sampai pihak pabrikan ikut memilah kategori SUV.

Styling Design Section C&A Planning and Design Department Product Planning and Development Division Toyota Astra Motor (TAM) Akbar Juniarto, menjelaskan perubahan desain SUV khususnya di Tanah Air sudah mulai terlihat sejak tahun 2000-an. 

"SUV yang dulu terkenal dengan desain bersudut kotak serta kaku mulai ditinggalkan. Dari sini sudah terjadi pergeseran menuju era SUV modern, dan ini banyak sekali contohnya, seperti desain, teknologi, fitur-fitur hiburan, keamanan, sampai peruntukan SUV yang terbagi untuk kebutuhan urban dan yang benar-benar untuk off-road," ucap Akbar saat berbincang dengan KompasOtomotif, Selasa (3/10/2017).

- -

Menurut Akbar, contoh perubahan desain bisa diperhatikan dari bentuk pilar A yang tak lagi tegak, namun melandai. Otomatis adanya perubahan posisi pilar A berdampak pada visual keseluruhan tampilan. 

"Dari kaca mata desainer makin kota makin tangguh, tapi untuk SUV semakin ke sini siluet kotak justru makin ditinggalkan. Pilar A makin landai, pilar C dan D juga demikian, bahkan sekilas siluetnya justru mirip tampilan hatchback yang model depannya lebih aerodinamis dan stylish," kata Akbar.

Meski terjadi evolusi desain, tapi Akbar memastikan ciri khas dasar pada SUV, yakni sektor kaki-kaki yang jenjang serta penggunaan ban berprofil tebal tetap dipertahankan.

Berangkat dari perubahan selera, maka beberapa pabrikan juga mulai membuat klasifikasi SUV. Contoh seperti Toyota yang memiliki SUV mulai dari kelas bawah sampai atas, lengkap dengan sajian pilihan kapasitas penumpang, dari lima sampai tujuh.

Tampilan desain SUV Toyota juga sudah maju mengikuti tren global. Bahkan sampai Rush yang bermain di kelas Medium Sport Utility Vehicle (LSUV) juga sudah memiliki perawakan modern yang dibangun dengan konsep sporty, multifunction, dan best value SUV.

Sejak meluncur pada 2006 silam, Toyota sudah beberapa kali melakukan penyegaran pada Rush guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak heran bila Rush kini sudah memiliki nama besar di Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau