Advertorial

Rush, Jadi SUV Terlaris di Indonesia

Kompas.com - 05/10/2017, 18:03 WIB

Jakarta, KompasOtomotif – Selain MPV, salah satu kendaraan yang paling digemari di dalam negeri adalah SUV. Kemampuan melintasi jalan jelek, tampang tangguh, dan muat banyak penumpang menjadi elemen yang membuatnya punya banyak pelanggan setia.

Di antara begitu banyak pilihan SUV, model yang paling laris ada di kelas medium. Pada 1995 – 2006, pasar SUV medium berada di kisaran 14.000 unit per tahun.

Namun semuanya berubah sejak model Toyota Rush lahir pada Desember 2006. Setelah itu, pada 2006 sampai 2010 terjadi lonjakan besar di segmen SUV medium. Angka penjualan nasional SUV medium pada periode itu meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 30.000 unit per tahun, sekitar 12.000 unit dikontribusikan Rush.

Pada periode 2011 sampai 2015, penjualan SUV medium meningkat lagi sampai rata-rata 62.000 unit per tahun. Rush kala itu menyumbangkan hampir setengahnya, sekitar 30.000 unit.

Bukan hanya itu, Rush yang sampai sekarang bertahan dengan mesin 4-silinder 1.5L berpenggerak roda belakang, dengan ciri khas ban cadangan di pintu belakang, dan ground clearance 200 mm mampu menjadi model SUV medium terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Selama 10 tahun sejak peluncurannya Rush terjual 212.000 unit. Pencapaian Rush menjadi SUV medium yang paling banyak dibeli masyarakat mirip prestasi Avanza sebagai MPV terlaris di Indonesia selama sejarah otomotif Indonesia. Avanza sudah terjual lebih dari 1,4 juta unit sejak 2004.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau