Advertorial

Perbankan Perlu Memperluas Jangkauan Masyarakat Akan Akses Keuangan

Kompas.com - 05/10/2017, 19:00 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai perbankan nasional perlu memperluas jangkauan masyarakat dalam akses keuangan. Perbankan diharapkan menyeimbangkan keuntungan bagi pihak bank namun juga memerhatikan keuntungan bagi masyarakat, khususnya nasabah. 

"Selama ini bank fokus ke fintech, bank memperoleh benefit dari sana. Tapi saya juga mau bank mendorong kemudahan akses bagi masyarakat, dalam hal ini nasabah, terhadap akses keuangan," ujarnya dalam acara Indonesia Knowledge Forum ke-6 yang digelar PT Bank Central Asia, Tbk di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (3/10/2017). 

Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara juga menyarankan perbankan nasional harus giat mendorong literasi ekonomi digital kepada masyarakat.

Rudiantara menilai sektor perbankan nasional dan sektor komunikasi dan informasi terbilang berkembang signifikan. 

Rudiantara mengimbau bahwa masyarakat Indonesia tak perlu takut dengan perkembangan teknologi. Dengan merangkul teknologi, masyarakat bisa memperoleh manfaat tersendiri. 

"Kita tahu telah terjadi perubahan di mana mana, hampir semua orang punya ponsel, memakai internet, punya media sosial. Ini sebetulnya literasi teknologi yang perlu didorong," ujar Rudiantara.  

Perkembangan ekonomi digital di Indonesia memberikan sumbangsih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Tahun 2016 semua aktivitas digital economy nilainya hampir 30 miliar dollar value-nya. Kita tak hanya bicara e-commerce tapi semua yang berbasis digital," kata dia. 

Rudiantara menyebutkan, pemerintah menargetkan 130 miliar dollar AS di tahun 2020 dalam sektor ekonomi digital.  

Meskipun demikian, Rudiantara menyebutkan ada tujuh persoalan yang perlu diselesaikan semua pihak dalam menjadikan ekonomi digital sebagai penunjang utama ekonomi indonesia.  

"Pertama membangun SDM yang menunjang ekonomi digital, kemudian pendanaan start up, saya lihat beberapa perusahaan juga menyiapkan ke sana khususnya terkait fintech untuk menjangkau nasabah," ujar Rudiantara. 

Sistem perpajakan juga harus disesuaikan seiring perkembangan teknologi. Edukasi terhadap para konsumen turut ditingkatkan. 

"Kemudian customer protection untuk perlindungan konsumen. Kemudian logistik, negara kita kepulauan, oleh karena itu dibutuhkan berbagai infrastruktur untuk mendistribusikan logistik," tutur Rudiantara. 

Selain itu, hal utama yang diutarakan Rudiantara adalah pentingnya membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia dari barat hingga timur. 

"Kebanyakan operator fokusnya ke wilayah yang feasible, sisanya belum karena mereka melihat tidak terlalu feasible. Alhasil, saudara kita seperti di Papua sana tidak bisa menikmati akses internet yang baik, mereka juga harus membayar mahal," pungkasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau