Advertorial

Mengintip Pabrik Tempat Lahirnya Xpander di Cikarang

Kompas.com - 06/10/2017, 14:21 WIB

Setelah sukses dengan kemunculan perdananya pada pameran otomotif Agustus lalu, Xpander menyisakan “PR” untuk Mitsubishi, yaitu memenuhi lebih dari 23.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) yang terkumpul.

Angka permintaan mobil yang menjadi andalannya Mitsubishi dalam segmen MPV ini memang terbilang fantastis. Pada saat GIIAS 2017 saja sudah lebih dari 5.000 SPK yang terkumpul. Angka ini tercatat sebagai mobil dengan angka pemesanan tertinggi yang diluncurkan pada pameran otomotif tersebut.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Mitsubishi telah lebih dulu mendirikan pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri GIIC Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pabrik yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ini memiliki nilai investasi 565 juta USD atau setara Rp 7,6 triliun.

- -

Pabrik dengan kapasitas penuh produksi sebanyak 160.000 unit per tahun merupakan bukti keseriusan dan komitmen Mitsubishi dengan pasar Indonesia. Bahkan produksi massal Xpander yang awalnya baru dimulai awal Oktober ini jadi dipercepat satu bulan lebih awal.

"Untuk merespons jumlah permintaan konsumen yang signifikan terhadap Xpander, kami menerapkan shift kedua di pabrik satu bulan lebih cepat," ujar Chief Operating Officer Mitsubishi Motors Corporation, Trevor Mann, pada acara Rollout Ceremony Mitsubishi Xpander di Cikarang, Selasa (3/10/2017).

Dari total kapasitas produksi pabrik, setengahnya atau sebanyak 80.000 unit digunakan untuk memproduksi Xpander. Unit mobil dilahirkan dari pabrik ini bukan hanya untuk menyuplai pangsa pasar Indonesia saja, namun juga diperuntukkan untuk pangsa pasar ASEAN.

“Kita belum bisa memperkirakan berapa besar pasar Xpander nantiny di ASEAN, karena kita sendiri masih fokus kepada pasar Indonesia yang sangat besar. Namun harapan kita pasar ASEAN bisa sebesar pasar Indonesia,” jelas Mann pada acara yang sama.

Segera meluncur di jalanan

- -

Pada saat Rollout Ceremony ini pihak Mitsubishi juga mengadakan acara penyerahan kunci yang dilakukan secara estafet. Simbolis kunci tersebut diserahkan mulai dari Putu Juli Ardika yang mewakili Menteri Perindustrian kepada Chief Operating Officer Mitsubishi Motors Corporation Trevor Mann yang kemudian memberikan kepada Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Takao Kato yang mewakili pabrik manufaktur dan terus dilanjutkan ke Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Kyoya Kondo sebagai distributor sampai kepada perwakilan dari Authorized Dealers Mitsubishi Motors di Indonesia  menandakan penyerahan tahap pertama ini sudah dimulai. Proses pengirimannya sendiri dilakukan secara bertahap ke seluruh Indonesia, yang sudah dimulai sejak akhir September 2017 lalu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau