Kilas

Jaranan Turangga Yakso Ikon Trenggalek yang Mendunia

Kompas.com - 10/10/2017, 07:30 WIB
Penampilan kesenian khas Trenggalek Jaranan Turangga Yakso di Provinsi Jeju Korea Selatan (15/05/2017) Humas Pemkab TrenggalekPenampilan kesenian khas Trenggalek Jaranan Turangga Yakso di Provinsi Jeju Korea Selatan (15/05/2017)

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Selain terkenal akan wisata alamnya yang indah, kabupaten Trenggalek Jawa Timur juga memiliki kesenian budaya yang sangat menarik yakni  Jaranan Turangga Yakso.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek memiliki kegiatan rutin yakni Festival Jaranan untuk melestarikan seni budaya tradisional tersebut.

Festival Jaranan digelar untuk memperingati hari jadi Kabupaten Trenggalek yang jatuh pada akhir Agustus.

Mulai pertengahan Agustus, berbagai macam persiapan Festival Jaranan sudah dilakukan.

Anak-anak menari kesenian khas Trenggalek Jaranan Turangga Yakso, di Panggung 360 Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo.

KOMPAS.com/ SLAMET WIDODO Anak-anak menari kesenian khas Trenggalek Jaranan Turangga Yakso, di Panggung 360 Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo.

Berbagai macam jenis tari jaranan dilombakan dalam festival tersebut. Sedangkan, peserta berasal dari berbagai daerah atau kabupaten lain yang mempunyai kelompok seni Jaranan. Misalnya, Jaranan Senterewe dan Jaranan Pegon.

Baca: Trenggalek Kembali Jadi Tuan Rumah Festival Kesenian Kawasan Selatan

Dengan digelarnya Festival Jaranan tersebut seni tradisional Trenggalek Jaranan Turangga Yakso bisa lebih dikenal masyarakat.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak beberapa waktu lalu pernah membawa Jaranan Turangga Yakso ke Jepang pada 2016 lalu.

Kelompok seni jaranan khas Trenggalek tersebut pentas di Beppu City, Oita, Jepang di Grand Show Indonesia Week. Pemerintah Trenggalek mengirimkan pelatih tari beserta peralatan tari Turonggo Yakso ke negeri sakura pada 15 Juli 2016.

Penampilan salah satu peserta tari Jaranan Turangga Yakso dalam Festifal Kesenian Jaranan di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur.

KOMPAS.com/ SLAMET WIDODO Penampilan salah satu peserta tari Jaranan Turangga Yakso dalam Festifal Kesenian Jaranan di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur.

Selain penari dari Trenggalek, sejumlah mahasiswa dari berbagai negara turut membawakan tari Jaranan Turangga Yakso.

“Suatu kehormatan bagi Trenggalek, bisa dipentaskan tari Jaranan Turangga Yakso oleh sejumlah mahasiswa asing termasuk dari Afrika, Samoa Pacific Island dan Vietnam. Semoga dapatmendorong potensi pariwisata dan citra Trenggalek di kancah internasional,” kata Emil Dardak.

Bupati Trenggalek Emil Dardak bersama penari Jaranan Turangga Yakso di Panggung 360 di kawasan Pantai Prigi, Trenggalek.KOMPAS.com/ SLAMET WIDODO Bupati Trenggalek Emil Dardak bersama penari Jaranan Turangga Yakso di Panggung 360 di kawasan Pantai Prigi, Trenggalek.

Jaranan  Turangga Yakso diciptakan oleh Pamrihanto, seorang seniman dari Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.

Perbedaan utama jaranan khas Trenggalek terletak pada bentuk kuda yang merupakan perangkat utama tarian ini.

Pada bagian kepala kuda yang digunakan berbentuk raksasa. Seperti makna namanya, Turangga berarti kuda. Sedangkan, Yakso berarti raksasa.

Sejak menjadi ikon kesenian Kabupaten Trenggalek, Jaranan Turangga Yakso dikembangkan di setiap lingkungan pendidikan mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Bahkan, sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek menggelar kegiatan lomba Jaranan Turangga Yakso pada hari atau bulan tertentu. (KONTRIBUTOR TRENGGALEK/ SLAMET WIDODO)